Agustus 14, 2026

Solidaritas Mahasiswa USWIM Nabire Soroti Fasilitas Kampus dan Desak Pembentukan BEM

IMG-20260507-WA0021

Nabire, 7 Mei 2026 — Solidaritas Mahasiswa/i Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Papua Tengah, menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika kampus yang dinilai belum sepenuhnya memperhatikan kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan penyediaan fasilitas pendidikan yang layak.

Dalam surat pernyataan yang diterbitkan pada 7 Mei 2026, mahasiswa menilai bahwa Universitas Satya Wiyata Mandala sebagai salah satu perguruan tinggi di Papua Tengah memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Mahasiswa menyebut kampus yang berdiri sejak 6 September 2004 itu telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan di wilayah Papua Tengah.

Namun, mahasiswa menyoroti belum adanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di lingkungan kampus selama beberapa tahun terakhir. Menurut mereka, keberadaan BEM sangat penting dalam mendukung aktivitas kemahasiswaan, membangun koordinasi antara mahasiswa dan pihak akademik, serta menjadi representasi resmi mahasiswa dalam lingkungan perguruan tinggi.

Solidaritas Mahasiswa USWIM juga menilai pihak kampus kurang memberikan perhatian terhadap pembentukan lembaga kemahasiswaan tersebut. Mereka menyebut keberadaan BEM memiliki kedudukan strategis dalam mendukung jalannya roda akademik dan pengembangan organisasi mahasiswa di kampus.

Selain persoalan organisasi mahasiswa, mahasiswa juga menyoroti keterbatasan fasilitas kampus yang dinilai belum memadai. Beberapa fasilitas yang disebutkan antara lain perpustakaan, toilet, jaringan wifi, laboratorium, hingga ruang praktik yang dianggap belum menunjang proses belajar mengajar secara optimal.

Mahasiswa juga menyinggung persoalan biaya pembangunan dan pembayaran SPP yang dinilai cukup tinggi, sementara fasilitas yang diterima mahasiswa belum maksimal. Dalam pernyataannya, mereka meminta pihak kampus segera melakukan pembenahan sarana dan prasarana agar mahasiswa dapat memperoleh hak pendidikan yang layak.

Melalui surat tersebut, Solidaritas Mahasiswa/i USWIM Nabire menyampaikan lima tuntutan utama kepada pihak rektorat, yakni segera menggelar audiensi terbuka terkait pembentukan BEM, meminta Wakil Rektor III bertanggung jawab atas persoalan kemahasiswaan, melaksanakan pemilihan BEM secara demokratis, meningkatkan fasilitas kampus, serta menurunkan biaya pembangunan dan SPP.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *