KM Alferro Kandas Tabrak Karang di Perairan Kijang
Kijang,— Kapal kargo berbendera Indonesia KM Alferro kandas menabrak karang di Perairan Mangkil Kecil, di depan kawasan PT BAI, Kijang, Kabupaten Bintan, Senin (28/09/2026).
Seluruh awak kapal berjumlah 5 orang selamat tanpa korban jiwa, sementara proses evakuasi muatan masih berlangsung hingga hari ini, Selasa, (29/09/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima pada pukul 17.25 WIB, kapal kandas pada posisi koordinat 00°54.610’LU, 104°41.089’BT. KM Alferro berjenis kapal kargo dengan bobot 34 GT, milik Ahuat, berangkat dari pelabuhan Gudang Ahok Kijang pukul 17.00 WIB menuju Letung. Kapal mengangkut muatan bahan bangunan dan sembako.
Saat melintas di perairan tersebut pukul 17.45 WIB, kapal diduga keluar dari jalur navigasi yang ditetapkan. Diduga kuat lambung kapal menabrak karang sehingga badan kapal miring ke sisi kiri.
Pada Pukul 17.50 WIB, awak kapal Abu Bakar Umar melaporkan kejadian kepada pengurus kapal “Reno”. Tak lama kemudian pukul 18.30 WIB, Reno melaporkan insiden tersebut kepada Komandan Posal Kijang, Kapten Laut (P) Ainur Rafik.
Tim gabungan Posal Kijang dan Patkamla RBB I-4-77 Lanal Bintan segera berangkat menuju lokasi pada pukul 18.48 WIB dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 20.00 WIB.
Tim langsung melakukan evakuasi kelima awak kapal dan berusaha mengamanankan muatan kapal tersebut.
Adapun kelima awak kapal yang selamat, Said Tasrin (Nakhoda), lahir di Sedanau, 1 Mei 1975, berdomisili Luap, Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Hermansyah, lahir di Tanjungpinang, 8 Juli 1991, berdomisili Jl. Sultan Machmud, Tanjung Unggat, Tanjungpinang, kemudian Yudi, lahir di Subi, 24 Juli 1978, berdomisili Desa Subi Besar, Kecamatan Subi, Muhammad, lahir di Tanjung Batu, 11 November 2006, berdomisili Tanjung Batang, Kecamatan Pulau Tiga, serta Abu Bakar Umar, lahir di Kampung Baru, 6 Februari 1999, berdomisili Teluk Baruk, Desa Tanjung Barang, Kecamatan Pulau Tiga
Hingga hari ini, proses evakuasi awak dan muatan masih berlangsung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebagian muatan berhasil diselamatkan, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Pihak berwenang mengimbau nakhoda kapal agar senantiasa memeriksa kondisi kapal, memantau peta navigasi, dan mengikuti jalur pelayaran yang ditetapkan demi keselamatan pelayaran. (Marto)
