September 10, 2026

Sidang Kelima Kasus CKC di Nabire Berlangsung Kondusif, Kapolres Apresiasi Semua Pihak

IMG-20260831-WA0025

 

NABIRE, Putrabhayangkara.id – Pelaksanaan sidang kelima perkara pembunuhan remaja CKC di Pengadilan Negeri (PN) Nabire, Papua Tengah, Senin (31/8/2026), berlangsung aman dan tertib meski sempat diwarnai dinamika di sekitar lokasi persidangan.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menjaga keamanan selama proses persidangan berlangsung.

Menurut Samuel, rangkaian persidangan sejak agenda pertama hingga sidang kelima dapat dilaksanakan dalam kondisi relatif kondusif. Sidang kelima sendiri beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Puji syukur kepada Tuhan, seluruh agenda persidangan dari tahap pertama hingga hari ini, agenda kelima, semuanya berjalan dengan cukup aman,” kata Samuel seusai pengamanan persidangan.

Ia mengakui terdapat insiden kecil berupa pelemparan gelas atau botol air mineral. Namun, kejadian tersebut tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

“Kalaupun ada insiden pelemparan gelas Aqua atau botol Aqua, ini merupakan dinamika yang biasanya kami hadapi. Tetapi keseluruhan situasi bisa kita jaga bersama,” ujarnya.

Samuel mengatakan situasi kondusif tersebut merupakan hasil koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, institusi penegak hukum, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses persidangan.

Ia secara khusus mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Nabire, Sekretaris Daerah Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, PN Nabire, pengurus Ikatan Kerukunan Toraja (IKT), perwakilan DPRK Nabire, serta masyarakat yang turut menjaga ketertiban.

Sidang kelima berlangsung sekitar pukul 11.30 WIT hingga 15.00 WIT. Di luar ruang persidangan, massa pendukung juga menyampaikan aspirasi melalui orasi sejak sekitar pukul 13.00 WIT.

Menurut Samuel, penyampaian aspirasi tersebut tetap dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu jalannya persidangan.

“Kita harapkan situasi yang ada ini dapat kita pertahankan bersama sampai dengan sidang putusan,” katanya.

Polisi Siapkan Pengamanan Sidang Putusan

Menghadapi agenda sidang putusan, Polres Nabire akan kembali melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan, termasuk jumlah massa yang diperkirakan hadir.

Samuel meminta pengurus IKT dan pihak-pihak yang akan menyampaikan aspirasi agar tetap berkoordinasi dengan kepolisian serta menyampaikan pemberitahuan secara resmi.

Hal tersebut diperlukan agar aparat dapat menyiapkan pola pengamanan dan kekuatan personel sesuai kondisi di lapangan.

“Kalau hari ini tertib, ke depan kami harapkan lebih tertib lagi,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, pengamanan lebih ketat di sekitar PN Nabire merupakan langkah antisipasi. Salah satunya dengan pemasangan pembatas keamanan atau security barrier untuk mencegah kontak langsung antara massa dan aparat.

Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak luar yang berupaya memanfaatkan situasi untuk memicu kericuhan.

“Ini merupakan kesepakatan bersama. Kita mengantisipasi jangan sampai ada penyusup ataupun pihak-pihak tertentu yang menginginkan chaos,” tegas Samuel.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Selain pengamanan di lokasi persidangan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila jumlah massa pada sidang putusan meningkat.

Pada sidang kelima, polisi menerapkan penggunaan satu jalur di sisi kiri jalan depan PN Nabire. Skema tersebut akan dievaluasi kembali berdasarkan kondisi dan kepadatan massa pada agenda berikutnya.

Samuel mengatakan jumlah personel pengamanan juga akan disesuaikan dengan hasil pemetaan intelijen dan estimasi jumlah massa.

Jika dalam pemberitahuan aksi diperkirakan terdapat sekitar 3.000 orang, kepolisian akan menyiapkan tambahan kekuatan untuk menjaga keseimbangan pengamanan.

“Kalau massa disampaikan sekitar 3.000, otomatis kami juga akan memberikan imbangan dengan perbantuan tenaga yang ada. Paling tidak kita bisa mengimbangi jumlah massa dengan arahan, imbauan maupun sarana-prasarana yang tergelar,” jelasnya.

Ia menegaskan penambahan personel bukan ditujukan untuk menciptakan ketegangan, melainkan sebagai langkah preventif agar proses hukum tetap berjalan tanpa gangguan.

Menurutnya, ketidakseimbangan antara jumlah massa dan kekuatan pengamanan justru dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan yang berpotensi menghambat jalannya persidangan.

“Ini sangat merugikan bagi mereka yang memang betul-betul menginginkan hasil yang tercapai dari proses persidangan,” ujarnya.

Samuel kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menjaga keamanan sidang kelima, termasuk pengurus IKT, Pemkab Nabire, Sekda Nabire, simpatisan, masyarakat, Ketua PN Nabire, dan Kepala Kejaksaan Negeri Nabire.

“Kita terus melakukan koordinasi, kerja sama dan kolaborasi untuk mendapatkan situasi keamanan yang baik dalam mendukung persidangan ini,” pungkasnya.

Ia berharap kondisi aman dan tertib dapat terus dipertahankan hingga sidang putusan sehingga seluruh proses hukum perkara tersebut berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *