Dihadang Dan Dianiaya OTK, Sopir Truk Tangki BBM di Dogiyai, Alami Luka di Lengan
DOGIYAI, Putrabhayangkara.id – Seorang sopir truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik PT Ododos diduga menjadi korban penghadangan dan penganiayaan saat melintas di depan Kantor DPR Kabupaten Dogiyai, Kampung Kigamani, Distrik Dogiyai, Papua Tengah, Senin (31/8/2026).
Korban diketahui bernama Jhonatan Tawera (39), sopir truk tangki yang membawa BBM jenis solar dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Dogiyai.
Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek pada bagian lengan setelah terkena lemparan benda tajam. Kendaraan tangki yang dikemudikannya juga mengalami kerusakan.
Polres Dogiyai menyatakan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan saat ini melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
Berdasarkan keterangan awal korban dan saksi, insiden bermula ketika kendaraan korban melintas di wilayah Kampung Idadagi. Saat itu, kendaraan tersebut diduga diikuti tiga orang tidak dikenal yang menggunakan sepeda motor.
Ketika tiba di depan Kantor DPR Dogiyai, kendaraan korban kemudian dihadang. Para pelaku diduga meminta sejumlah uang dan berupaya menghentikan kendaraan.
Korban kemudian berusaha meninggalkan lokasi dengan memacu kendaraannya. Namun, para pelaku diduga melakukan pelemparan menggunakan parang dan batu yang mengenai korban serta kendaraan.
Setelah berhasil meninggalkan lokasi, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dogiyai.
Laporan diterima sekitar pukul 15.18 WIT. Personel piket yang dipimpin Aipda Obhet Teftutul kemudian membawa korban ke Apotik K-12 untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah mendapat perawatan, korban selanjutnya menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik Polres Dogiyai.
Polisi juga melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya menerima laporan, melakukan visum terhadap korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Penyelidikan kini difokuskan untuk mengidentifikasi tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi penghadangan tersebut.
Selain proses penyelidikan, Polres Dogiyai juga meningkatkan patroli di sejumlah jalur yang dinilai rawan penghadangan, khususnya jalur yang menghubungkan Nabire dan Dogiyai.
Kasat Intelkam Polres Dogiyai mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kami telah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif terhadap para pelaku. Kami imbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor ke Polres Dogiyai,” katanya.
Polisi juga mengimbau sopir dan perusahaan angkutan, khususnya kendaraan pengangkut BBM maupun barang, untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan, terutama ketika melintasi kawasan yang dinilai rawan.
Masyarakat juga diminta segera menghubungi aparat kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sepanjang jalur transportasi.
Polres Dogiyai memastikan situasi keamanan di wilayah hukumnya saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Sementara itu, proses penyelidikan terhadap kasus penghadangan dan penganiayaan tersebut masih terus dilakukan.
MPB ABIRAYANTI
