Satu Tahun Honorarium Paud Rette, Desa Pencado Tidak di Bayarkan, Kondisi Sekolah Tak Ubahnya Kapal Rusak
Taliabu, putrabhayangkara.id – Sudah satu tahun, Gaji Guru honorer di PAUD Puput Rette, Desa Pencado tidak dibayarkan oleh Kepala Desa. Hal ini membuat Kondisi pendidikan di desa yang terletak di Kecamatan Taliabu Selatan tersebut kian hari semakin menghawatirkan.
Bagaimana tidak, imbas dari tertahannya Honorarium tersebut menyebabkan sebagian pendidik atau guru honorer sudah menyerah dan berhenti untuk mengajar.
Meski begitu, masih tersisa dua orang honorer yang memilih untuk bertahan memberikan pengajaran tanpa pamrih demi memikirkan masa depan siswa – siswi mereka.
“Kalau diingat ingat, gaji guru honorer di sini belum di bayarkan sejak januari 2025. Sudah satu tahun. Berapa orang teman – teman sudah berhenti, jadi hanya dua orang yang masih bertahan “, ungkap salah satu honorer yang enggan di Publis.
Dari sejumlah keterangan, Gaji honorer di Paud Puput Rette akan di bayarkan pada februari 2026, namun hingga memasuki maret (bulan ini), belum juga di cairkan oleh Pemerintah Desa.
“Pernah kepala desa bilang akan dibayar pada bulan 2 (2026) tahun ini. Tapi sampai sekarang belum ada kabar,” timpanya.
Selain persoalan honorer, warga juga mempertanyakan siapa sebenarnya kepala sekolah di Paud itu. karena sampai sekarang hanya ada dua orang honorer yang aktif. Padahal dengan kondisi yang nampak, Paud Puput Rette sudah sangat memprihatinkan dan butuh di perhatikan.
Bahkan Ketidak pedulian kepala sekolah dan pemerintah desa di situ, sangat tergambar jelas dari tampilan fisik bangunan Paud yang amburadul tak ubahnya kapal rusak, mulai dari atap bangunan yang bocor hingga ruang belajar yang kerap digenangi air ketika hujan.
Ironisnya, kondisi demikian sudah berlangsung selama bertahun tahun hingga mempengaruhi aktifitas belajar mengajar, namun belum juga ada inisiatif dari instansi terkait, seperti pemerintah desa, maupun Dinas Pendidikan untuk membenahi.
Dari sejumlah informasi yang dikantongi media ini, Kepala Sekolah Paud Puput Rette adalah Ferawati Himalaya, saat ini sedang fokus pada beberapa jabatan lainnya hingga tidak lagi begitu aktif mengurus Paud.
“Karena sudah hampir setahun ini kurang aktif di sekolah jadi menurut kami beliau mungkin masih fokus pada pekerjaan lain, karena selain menjabat sebagai kepala sekolah disini, beliau adalah kader posyandu, guru bantu di SMP dan SKnya sebagai paruh waktu di kantor kecamatan,”terang sumber terpercaya.
Hingga berita ini dipublis, Kepala Sekolah Paud Puput Rette, Ferawati Himalaya belum bisa dihubungi via WatsApp untuk dikonfirmasi terkait persoalan honorarium dan kondisi Gedung Paud yang terabaikan. (Den)
