Rutan Kelas IIB Balige Gelar Bhakti Sosial di Panti Disabilitas HKBP Hephata, Wujud Nyata Pemasyarakatan yang Peduli dan Humanis
Balige, Senin 14 April 2025
Dalam semangat memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, menyelenggarakan kegiatan bhakti sosial yang sarat akan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Karya Hephata HKBP, sebuah lembaga sosial yang fokus pada pelayanan terhadap penyandang disabilitas, yang terletak di Jalan Hephata, Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba.
Rombongan Rutan Balige yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, David Nicolas, disambut hangat oleh pengurus serta penghuni panti. Suasana penuh keceriaan menyambut kehadiran jajaran petugas pemasyarakatan tersebut, mencerminkan jalinan keakraban yang kuat antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat penerima manfaat.
Dalam kegiatan ini, Rutan Balige menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan pokok lainnya. Tidak hanya sebatas pemberian materi, kegiatan juga diisi dengan ramah tamah antara petugas Rutan dan para penghuni panti, menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang menyentuh.
Kepala Panti, Diak. Dr. Risma Siregar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan kepedulian Rutan Balige. Dalam sambutannya, beliau menuturkan bahwa Panti Karya Hephata telah berdiri sejak tahun 1923 dan secara konsisten memberikan pelayanan dan pembinaan kepada penyandang disabilitas mental dan intelektual, termasuk tuna netra, tuna rungu-wicara, tuna grahita, tuna daksa, down syndrome, serta tuna ganda.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan terutama bagi anak-anak serta penghuni panti. Ini adalah bentuk dukungan moril dan materiil yang sangat kami hargai, karena memperlihatkan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kaum disabilitas,” ungkap Dr. Risma Siregar.
Sementara itu, Kepala Rutan Balige, David Nicolas, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semangat HBP ke-61 yang mengusung tema “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.” Ia menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan hanya sekadar proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP), tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab sosial.
“Melalui kegiatan bhakti sosial ini, kami ingin menghapus sekat antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Rutan Balige juga hadir untuk berbagi kasih, menyemai empati, serta menjadi bagian dari solusi sosial. Ini adalah bentuk pengabdian dan tanggung jawab kami kepada sesama,” tutur David Nicolas.
Sebagai bentuk simbolis penghargaan, Kepala Rutan menerima cenderamata hasil karya penghuni panti berupa lilin, yang menjadi simbol ketulusan dan semangat dari para penyandang disabilitas.
Kegiatan ditutup dengan sesi saling bersalaman antara jajaran Rutan dan seluruh penghuni panti, yang berlangsung dalam suasana haru, kehangatan, dan semangat kemanusiaan yang mendalam.
Dengan adanya kegiatan bhakti sosial ini, Rutan Balige mempertegas identitasnya sebagai lembaga pemasyarakatan yang Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi (KERAS), sekaligus menjadi representasi dari wajah baru pemasyarakatan yang lebih terbuka, peduli, dan berkontribusi aktif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Rutan Balige KERAS: Wujud Pemasyarakatan yang Menginspirasi dan Memberdayakan!
Diterbitkan oleh: Media Putra Bhayangkara Tapanuli Raya
Frish H. Silaban
