Agustus 14, 2026

Putra asli Weda, Aswar Salim resmi pimpin PD FSP KEP SPSI Maluku Utara periode 2026–2031

IMG-20260810-WA0013

TERNATE, MPB.ID — Putra asli Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Aswar Salim, resmi tampil di barisan terdepan perjuangan kaum pekerja Maluku Utara. Aswar Salim dipercaya memimpin Pimpinan Daerah (PD) Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP) SPSI Provinsi Maluku Utara periode 2026–2031.

Terpilihnya Aswar Salim menjadi momentum baru sekaligus menandai babak penting bagi penguatan gerakan pekerja di tengah pesatnya perkembangan sektor industri, pertambangan dan energi di Maluku Utara.

Pengurus baru PD FSP KEP SPSI Maluku Utara langsung mengusung sejumlah agenda besar, mulai dari penguatan organisasi, perlindungan hak-hak pekerja hingga pembenahan tata kelola hubungan industrial yang lebih adil, bermartabat dan berkeadilan.

Pelantikan sekaligus rapat kerja kepengurusan berlangsung di Royal Resto, Ternate, Senin (10/8/2026). Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus melalui prosesi penyerahan bendera pataka sebagai simbol amanah dan tanggung jawab besar dalam mengawal perjuangan kaum pekerja.

Kepengurusan FSP KEP SPSI Maluku Utara periode 2026–2031 mengusung tema:

“Memperkuat Solidaritas Organisasi Kemitraan Industrial Menuju Pekerja Maluku Utara yang Adil, Sejahtera, Bermartabat dan Berkelas Dunia.”

Tema tersebut bukan sekadar slogan. Ini menjadi penegasan arah perjuangan organisasi untuk memperkuat posisi serikat pekerja sebagai mitra strategis dalam membangun hubungan industrial yang produktif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Di tengah geliat investasi besar dan ekspansi industri di Maluku Utara, kehadiran kepemimpinan baru di tubuh PD FSP KEP SPSI Malut menjadi sorotan penting. Aswar Salim kini mengemban amanah besar untuk membawa suara pekerja semakin kuat, terorganisir dan diperhitungkan.

Agenda bersejarah ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Wakil Gubernur Maluku Utara, jajaran PP FSP KEP SPSI, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Pemerintah Kota Ternate, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara, APINDO Maluku Utara, hingga perwakilan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kehadiran unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja dan lembaga jaminan sosial tersebut menunjukkan bahwa stabilitas hubungan industrial di Maluku Utara membutuhkan kolaborasi nyata lintas sektor, terutama di tengah perkembangan pesat kawasan industri dan investasi.

Kini, tongkat komando perjuangan pekerja FSP KEP SPSI Maluku Utara berada di tangan putra asli Weda. Aswar Salim resmi memimpin, membawa harapan baru, memperkuat solidaritas dan mengawal perjuangan menuju pekerja Maluku Utara yang adil, sejahtera, bermartabat dan berkelas dunia.

Dari Weda untuk Maluku Utara, dari Maluku Utara untuk Indonesia!

(Redaksi MPB / ZD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *