Pemkab Taput Dukung Kajian Panas Bumi, Siapkan Koordinasi Lanjutan dengan ESDM
TAPANULI UTARA – Putrabhayangkara.id Rabu 21 Oktober 2026.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyatakan dukungannya terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi panas bumi atau geothermal. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., saat menerima audiensi Tim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Rabu (21/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas potensi sumber daya panas bumi di Kabupaten Tapanuli Utara serta peluang pengembangannya menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Dalam audiensi itu, Tim Kementerian ESDM memaparkan kajian awal mengenai potensi geothermal di wilayah Tapanuli Utara. Potensi tersebut dinilai perlu dikaji lebih mendalam untuk mengetahui ketersediaan sumber daya dan perkiraan kapasitas listrik yang dapat dihasilkan.
Kementerian ESDM merencanakan penelitian lanjutan dan eksplorasi di sejumlah titik yang dinilai berpotensi. Tahapan tersebut diperlukan untuk memperoleh data teknis yang dapat menjadi dasar dalam menentukan kelayakan pengembangan panas bumi.
Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menyambut positif langkah Kementerian ESDM dalam mengidentifikasi potensi energi terbarukan di daerahnya. Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk mendukung proses penelitian sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Deni, pengembangan panas bumi berpeluang mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus membuka kesempatan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, seluruh tahapan harus didasarkan pada kajian yang terukur dan perencanaan yang matang.
“Koordinasi ini merupakan langkah penting dalam mengidentifikasi potensi energi daerah secara terukur. Pemkab Tapanuli Utara mendukung langkah-langkah penelitian dan kajian eksplorasi yang dirancang Kementerian ESDM,” ujar Deni.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Tapanuli Utara dan Kementerian ESDM sepakat merencanakan pertemuan lanjutan yang akan difasilitasi kementerian tersebut.
Pertemuan berikutnya akan membahas peta jalan atau roadmap eksplorasi, teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta analisis dampak dan keberlanjutan bagi pembangunan daerah.
Pemkab Taput berharap koordinasi tersebut dapat memperjelas tahapan pengembangan potensi panas bumi secara transparan dan sesuai regulasi. Meski demikian, realisasi pengembangan menjadi pembangkit listrik masih memerlukan penelitian, eksplorasi, dan kajian kelayakan lebih lanjut.
Melalui kerja sama pemerintah pusat dan daerah, potensi energi terbarukan diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara.
Frish. H. Silaban
