November 5, 2026

PAD Sektor Alat Berat PUTR Toba Capai 70 Persen, Bantuan untuk Masyarakat Jadi Prioritas

IMG-20261105-WA0056

 

TOBA –Kamis 5 Nopember 2026.
putrabhayangkara.id.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Toba dari sektor penyewaan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) hingga November 2026 telah mencapai sekitar 70 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah yang lebih mengutamakan pemanfaatan alat berat untuk membantu masyarakat dibandingkan kepentingan komersial.

Kepala Bidang Peralatan dan Pengujian Dinas PUTR Kabupaten Toba, Maju Simangunsong, menjelaskan bahwa alat berat milik pemerintah daerah tidak semata-mata dioperasikan untuk menghasilkan pendapatan. Keberadaannya juga menjadi sarana pelayanan publik, terutama dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan penanganan bencana.

“Sebenarnya fokus utama kita adalah untuk bantuan kepada masyarakat, bukan untuk komersil. Tidak setiap kali alat kerja langsung otomatis menghasilkan PAD. Alat kita lebih banyak bekerja untuk bantuan kepada masyarakat, termasuk penanganan bencana,” ujar Maju Simangunsong, Kamis (5/11/2026).

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa capaian PAD dari sektor alat berat perlu dilihat dalam konteks fungsi pelayanan pemerintah daerah. Sebab, ketika alat berat dikerahkan untuk membantu masyarakat, seperti penanganan bencana maupun pekerjaan yang bersifat sosial, penggunaannya tidak selalu menghasilkan penerimaan daerah.

Di sisi lain, keberadaan armada alat berat Dinas PUTR menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan merespons kebutuhan lapangan. Namun, kondisi sebagian armada saat ini masih menghadapi kendala teknis.

Berdasarkan data yang disampaikan, Dinas PUTR Kabupaten Toba saat ini mengoperasikan delapan unit ekskavator. Dari jumlah tersebut, satu unit mengalami rusak berat, satu unit rusak ringan, dan satu unit rusak sedang.

Selain ekskavator, armada yang tersedia terdiri atas dua unit motor grader, satu unit buldoser, tiga unit backhoe loader, serta dua unit trado yang digunakan untuk mendukung mobilisasi alat berat.

Pelayanan Publik dan Optimalisasi PAD

Capaian PAD sebesar 70 persen sekaligus menjadi gambaran bahwa pengelolaan aset daerah memiliki dua fungsi yang perlu berjalan beriringan, yakni memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah dan memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Ke depan, optimalisasi pemanfaatan alat berat perlu didukung dengan pemeliharaan armada secara berkala, perbaikan unit yang mengalami kerusakan, serta pengaturan penggunaan yang transparan dan tepat sasaran.

Dengan demikian, alat berat milik Pemkab Toba tidak hanya menjadi aset yang menghasilkan penerimaan daerah, tetapi juga dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan wilayah dan penanganan kondisi darurat.

MC Toba
Jonaer Silaban S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *