November 5, 2026

Bupati Taput Pimpin Rakor Forkopimda, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Musim Hujan

IMG-20261105-WA0064

TAPANULI UTARA – Putrabhayangkara.id Kamis 05 November 2026.

Bupati Tapanuli Utara, Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, memimpin rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat meningkatnya intensitas hujan. Rapat berlangsung di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (5/11/2026).

Rapat tersebut dihadiri Dandim 0210/TU, Kapolres Tapanuli Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Kepala BMKG Silangit, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Tapanuli Utara.

Dalam pemaparan rapat disampaikan bahwa sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak musim penghujan pada November–Desember. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Tapanuli Utara termasuk daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan infrastruktur.

Bupati menegaskan, pengalaman menghadapi bencana hidrometeorologi pada 2025 harus menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan.

“Kita sudah memiliki pengalaman dari kejadian bencana tahun 2025. Bencana hidrometeorologi dapat mengakibatkan tanah longsor, pohon tumbang dan berbagai dampak lainnya. Keterlambatan dalam melakukan antisipasi dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar. Prinsip kita adalah lebih baik melakukan pencegahan dan penanganan sejak dini daripada bertindak setelah bencana terjadi,” tegasnya.

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan keadaan darurat, Bupati menginstruksikan BPBD agar memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta memperbarui pemetaan wilayah rawan bencana.

Ia juga meminta dukungan TNI dan Polri dalam pengamanan serta penanganan bencana, termasuk menyiagakan personel untuk membantu masyarakat terdampak.

Selain itu, seluruh OPD, camat, dan kepala desa diminta segera memeriksa kondisi infrastruktur di wilayah masing-masing. Pemeriksaan terutama menyasar jembatan, jalan, dan saluran drainase yang berpotensi mengalami kerusakan atau menimbulkan persoalan saat hujan deras.

Bupati turut menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya Tapanuli Utara mendapat apresiasi dari Satgas karena dinilai cepat tanggap dalam menangani keadaan darurat bencana.

Sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan bencana, Pemkab Taput telah menyediakan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, pengendalian informasi, dan operasional kebencanaan.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Taput berharap pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak cepat serta terkoordinasi dalam mengantisipasi ancaman bencana demi melindungi keselamatan masyarakat.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *