Ketua DPRD Kabupaten Agam Pimpin Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Tentang Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026
Kab.Agam, putra bhayangkara.id.
Rapat Paripurna pandangan umum Fraksi- Fraksi tentang Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 secara langsung dibuka dan dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat, H.Ilham yang di hadiri oleh anggota DPRD Agam, dan seluruh Fraksi juga Wakil Bupati Agam, M.Ikbal, Sekda, Sekwan dan para kepala OPD dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Agam, pada Kamus 10/9/2026 di Aula DPRD Agam, Padang Baru, Kecamatan Lubuk Basung.
Ketua DPRD Kabupaten Agam, H.Ilham dalam rapat paripurna tersebut, untuk pertama mempersilahkan, pada Fraksi PKS menyampaikan pandangan umum yang dibacakan oleh Fauzi menyampaikan Bahwa fraksi PKS mengapresiasi atas kinerja pemerintah yang telah mampu meningkatkan pendapatan asli daerah.
Selain itu, Fauzi juga menyinggung tentang adanya salah satu Puskesmas yang kelebihan bayar hingga kini belum ada penyelesaiannya. Dan terpenting pula adanya kepengurusan KONI Agam, yang kini sedang di persimpangan jalan, karena ada dua kelompok,sementara tidak lama lagi pelaksanaan Poprov 2026 sudah diambang pintu.
Fraksi PKS, ujar Fauzi kemelut yang kini melanda KONI Agam, jangan terus dibiarkan dan Pemkab harus mampu mencari penyelesaiannya, agar dana yang digelontorkan untuk kegiatan Poprov nanti jangan menimbulkan masalah hukum.
Selain itu, fraksi PKS juga menyarankan Pemkab Agam, untuk lebih meningkatkan publikasi keberbagai media, karena hampir berbagai kegiatan eksekutif maupun legislatif kurang terdengar dan terlihat oleh masyarakat yang butuh informasi.
Sementara itu, Fraksi PAN dengan juru bicara, Irpan menyampaikan, perlu perhatian khusus dari Pemerintah daerah terhadap 2 perusahaan perkebunan sawit yang belum memenuhi SOP tentang limbah.
Ditempat yang sama juru bicara Fraksi Gerindra,Dr Novi Irwan menyampaikan perlu adanya penambahan pos dan mobil pemadam kebakaran di Kecamatan Palembayan, Malalak dan Kecamatan lainnya. Selama terjadi kebakaran, sudah habis rumah dan gedung, baru mobil pemadam kebakaran tiba juga pemekaran wilayah yang bernama Agam Tuo.
Sedangkan Fraksi Golkar, Hanura dan PBB menyoroti adanya dua kepengurusan KONI Agam.( Leo ).
