Gaji Guru Belum Dibayar, Syaiful, S.H: Kenapa DPRD Tidak Sigap Terhadap Persoalan Nasib Gaji Guru Paud di Batang Hari
Jambi, (putrabhayangkara.id) – Persoalan gaji di Kabupaten Batang Hari tidak kunjung usai, baru-baru ini Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan telah melayangkan surat agar segera dilakukannya RDP terkait persoalan gaji guru paud kepada Pimpinan DPRD dan Anggota namun tak kunjung dilakukan.
Koordinator Aliansi Masyatakat Untuk Keadilan ini fokus mengkawal persoalan gaji yang belum dibayarkan.
Syaiful., SH mengatakan kepada awak media ini, bahwa sebelumnya persoalan gaji pemdes dll. kemudian muncul lagi guru Paud yang tidak menerima gaji hingga belasan bulan sejak tahun 2025 hingga tahun 2026. Rabu, (29/04/2026).
” Kami telah melayangkan surat terbuka agar semua masyarakat bisa ikut memantau proses ini, namun alih-alih segera dilakukan RDP justru proses administrasi yang panjang hingga hari ini belum terlaksaksana agenda yang dimohonkan tersebut.” Ujar Syaiful., SH.
” Hari ini kami batalkan perihal permintaan RDP tersebut, karena kami melihat DPRD juga tidak sigap atas persoalan ini. Sebelumnya terkait persoalan gaji Pemdes dll dengan sigap DPRD melakukan RDP tanpa ada permintaan, hanya soal isu, tapi RDP terlaksana, terus apa bedanya dengan persoalan gaji guru paud ini, kan sama-sama di Kabupaten Batang Hari. Guru KB dimana tempat anak ketua DPRD Batang Hari belajar saja tidak dibayar belasan bulan. Itu tempat anaknya belajar masak guru disuruh ngajar tapi persoalan gaji ini tidak diperjuangkan.” imbuhnya.
” Dan Sekwan Batang Hari dalam jawabannya, menyebutkan surat sudah diterima dan agenda akan segera dijadwalkan, disini kami lihat tidak ada keseriusan, makanya kami minta agenda atau surat yang masuk itu dibatalkan saja, ini guru mau makan masak masih harus menunggu jadwal.” pungkas Syaiful. SH saat di wawancarai. (Jhon.T).
