November 5, 2026

Tarif Air Tirtanadi Naik November 2026, Pemkab Toba Soroti Air Keruh dan Distribusi Tersendat

IMG-20261020-WA0033

TOBA – Selasa 20 Oktober 2026.

Putrabhayangkara.id

Rencana penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi yang mulai diberlakukan pada November 2026 menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Toba. Pemkab menegaskan, kebijakan penyesuaian tarif harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan, terutama dalam menjamin kejernihan air, kelancaran distribusi, serta kepastian pasokan kepada pelanggan.

Sorotan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, saat membuka sosialisasi penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi di pelataran Rumah Dinas Wakil Bupati Toba, Balige, Selasa (20/10/2026).

Dalam sambutannya, Paber menegaskan bahwa ketersediaan air minum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan.

Sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di bidang penyediaan air minum, Perumda Tirtanadi diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal, sebanding dengan kewajiban pelanggan dalam membayar tagihan air.

Menurutnya, penyesuaian tarif dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika biaya operasional, pemeliharaan infrastruktur, serta pengembangan jaringan perpipaan. Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Sumatera Utara selaku Kuasa Pemilik Modal Perumda Tirtanadi mengenai tarif air minum tahun 2026.

Namun, Pemkab Toba mengingatkan bahwa penyesuaian tarif tidak boleh hanya dipandang dari sisi kebutuhan pembiayaan perusahaan. Peningkatan mutu pelayanan harus menjadi bagian penting dari pelaksanaan kebijakan tersebut.

Air Keruh dan Distribusi Tersendat Masih Dikeluhkan

Paber secara terbuka mengakui masih adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan air minum, mulai dari air yang keruh atau kotor hingga aliran yang tidak lancar dan gangguan distribusi tanpa pemberitahuan yang jelas.

“Kita harus jujur mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan air minum. Di beberapa daerah, air yang mengalir ke rumah warga kerap keruh atau kotor. Pasokan air juga sering terhenti atau tidak terdistribusi dengan lancar tanpa pemberitahuan yang jelas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan air minum tidak cukup diukur dari tersedianya jaringan perpipaan atau besarnya pendapatan perusahaan. Kualitas air yang diterima pelanggan, kontinuitas aliran, dan kejelasan informasi ketika terjadi gangguan juga merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian.

Paber berharap sosialisasi tersebut menjadi ruang komunikasi yang efektif, transparan, dan konstruktif antara Perumda Tirtanadi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.

Pemkab Toba juga disebut telah menganggarkan tiga item kegiatan untuk mendukung pelayanan air minum bagi masyarakat. Pemerintah daerah berharap dukungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih, baik dari segi kualitas maupun kelancaran distribusi kepada pelanggan.

Tirtanadi Akui Kendala Pelayanan dan Keterbatasan Investasi

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Pemasaran Perumda Tirtanadi Medan, Ikrimah Hamidi, mengakui bahwa sejumlah persoalan masih menjadi keluhan pelanggan. Di antaranya debit air yang kecil, kualitas air yang keruh, serta tagihan yang dinilai mahal oleh sebagian masyarakat.

Ia menjelaskan, keterbatasan investasi untuk peremajaan instalasi pengolahan air dan pembangunan jaringan perpipaan menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Selain itu, kondisi sumber air yang dipengaruhi kerusakan lingkungan dan meningkatnya pencemaran turut memengaruhi proses pengolahan air sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Menurut Ikrimah, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air baku dapat menjadi keruh sehingga memerlukan tahapan pengolahan sebelum disalurkan. Di sisi lain, endapan yang menumpuk dalam jaringan perpipaan juga berpotensi menghambat aliran air.

Ia menyebutkan bahwa perbaikan kondisi tersebut membutuhkan investasi tambahan, termasuk pengembangan sumber air baru guna meningkatkan kapasitas pasokan bagi masyarakat Kabupaten Toba dan sekitarnya.

Pihaknya juga telah melakukan kajian terhadap berbagai persoalan pelayanan air minum untuk selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Tarif Baru Berlaku November 2026

Terkait kebijakan penyesuaian tarif, Ikrimah menjelaskan bahwa Perumda Tirtanadi berkewajiban menyosialisasikan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Ia memahami bahwa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan keberatan dari pelanggan, khususnya masyarakat yang masih menghadapi persoalan kualitas air dan ketidaklancaran distribusi.

Ikrimah menegaskan bahwa tarif baru akan diberlakukan mulai November 2026. Sementara itu, tunggakan yang berasal dari periode sebelumnya tetap mengacu pada tarif lama sesuai penjelasannya dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

“Penyesuaian tarif akan dikenakan sejak bulan November 2026. Jika ada tunggakan, maka itu tidak akan dikenakan penyesuaian tarif, masih akan disesuaikan dengan tarif yang lama,” pungkasnya.

Pelayanan Berkualitas Harus Menjadi Prioritas

Sosialisasi penyesuaian tarif air minum tersebut menjadi momentum bagi Perumda Tirtanadi untuk memperkuat komunikasi dengan pelanggan sekaligus menjelaskan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Di satu sisi, penyesuaian tarif dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan biaya operasional, pemeliharaan, dan pengembangan infrastruktur. Namun, di sisi lain, masyarakat juga berhak memperoleh pelayanan air minum yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan.

Karena itu, transparansi kebijakan tarif perlu berjalan beriringan dengan keterbukaan mengenai rencana perbaikan instalasi, pemeliharaan jaringan, peningkatan kapasitas produksi, serta penanganan pengaduan pelanggan.

Masyarakat tentu berharap penyesuaian tarif tidak berhenti sebagai perubahan angka pada tagihan bulanan, melainkan diikuti perbaikan nyata yang dapat dirasakan langsung di rumah masing-masing.

Dengan demikian, kepercayaan pelanggan terhadap Perumda Tirtanadi dapat terus diperkuat melalui pelayanan yang semakin baik, distribusi yang lebih lancar, serta kualitas air yang memenuhi standar kesehatan.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Toba Darwin Sianipar, Augus Sitorus dan Sahat Manullang, Asisten II Joni Lubis, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta elemen masyarakat.

Dari Perumda Tirtanadi, hadir Kepala Divisi Keuangan Ahmad Baihaqi Nasution, Kepala Divisi Hubungan Pelanggan Moh. Idham Nasution, Kepala Bidang Pemasaran dan Inovasi T.M. Dicky Anggara, serta Kepala Cabang Perumda Tirtanadi Toba, Solahuddin Siregar.

Media Putra Bhayangkara
Oleh Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *