November 5, 2026

Kapolres Nabire Sebut Flyer Intimidasi Pelajar Penolak MBG Hoaks

IMG-20261012-WA0021

NABIRE, Putrabhayangkara.id – Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, tudingan diskriminasi, intimidasi, dan teror terhadap pelajar yang terlibat dalam aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut flyer yang mengatasnamakan Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) tersebut sebagai hoaks, Senin (12/10/2026).

Flyer bertuliskan “Kapolres Nabire Stop Diskriminasi, Intimidasi, dan Teror terhadap Pelajar yang Terlibat dalam Aksi Penolakan MBG” itu berkaitan dengan aksi penyampaian aspirasi pelajar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang berlangsung pada bulan sebelumnya.

Kapolres menegaskan, Polres Nabire memberikan pelayanan pengamanan dan pengawalan selama aksi berlangsung. Kepolisian, menurutnya, tidak membatasi hak para pelajar untuk menyampaikan aspirasi, termasuk saat melakukan long march menuju kantor Dinas Pendidikan.

“Dari Polres Nabire, kami benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada adik-adik kita. Kami tidak pernah membatasi aspirasi mereka. Bahkan, saat mereka melakukan long march, kami memberikan pelayanan pengawalan dan turun langsung ke lapangan,” tegasnya.

Pengawalan dilakukan sejak kawasan Pasar Karang dan dari arah Wonorejo hingga para pelajar tiba di kantor Dinas Pendidikan. Di lokasi tersebut, para pelajar diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi yang diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan. Kapolres menyatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik.

Ia menambahkan, Polres Nabire berkomitmen memberikan pelayanan pengamanan kepada setiap kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Menanggapi beredarnya flyer tersebut, Kapolres mengimbau masyarakat agar bijak menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Ia juga meminta pihak-pihak yang menyebarkan flyer agar menghentikan tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu situasi keamanan.

“Dengan tegas saya sampaikan, kami tidak pernah melakukan diskriminasi, intimidasi, maupun teror terhadap pelajar yang terlibat dalam aksi penolakan MBG. Mari kita bergandengan tangan menjaga keamanan, kenyamanan, dan kedamaian di Nabire,” tutupnya.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *