November 5, 2026

Wabup Toba Tinjau Pantai Pasir Putih Parparean, Soroti Kerusakan Jalan dan Dorong Penataan Wisata

IMG-20261102-WA0047

TOBA – 02 Nopember 2026.putrabhayangkara.id

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, meninjau kawasan wisata Pantai Pasir Putih di Desa Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Senin (2/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi respons atas keluhan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas sebagai pengelola wisata dan telah dua kali mendatangi Kantor Bupati Toba untuk meminta perhatian pemerintah daerah.

Peninjauan ini tidak sekadar melihat potensi keindahan destinasi wisata, tetapi juga menyentuh persoalan penting mengenai penataan kawasan, pemeliharaan fasilitas, kondisi infrastruktur jalan, serta kesepahaman para pelaku usaha dalam mengembangkan objek wisata tersebut.

Dalam kunjungannya, Audi Murphy menilai Pantai Pasir Putih Parparean memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Toba. Terlebih, kawasan tersebut telah ditata secara mandiri oleh para pengelolanya.

“Di antara destinasi wisata yang sudah dibangun, lokasi ini cukup bagus karena telah ditata dengan baik. Agar lokasi ini tetap dipelihara,” ujar Audi Murphy di lokasi wisata.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar para pengelola tidak hanya berorientasi pada aktivitas usaha, tetapi juga memiliki komitmen menjaga kebersihan, keindahan, dan keberlanjutan kawasan wisata.

### Soroti Infrastruktur Jalan dan Mobilisasi Kendaraan Berat

Di balik potensi wisata Pantai Pasir Putih Parparean, persoalan akses jalan menjadi salah satu perhatian serius Wakil Bupati.

Didampingi Kepala Bidang Peralatan Dinas PUTR Kabupaten Toba, Maju Simangunsong, Audi Murphy menyoroti kondisi kelas jalan yang dinilai tidak sesuai apabila dilalui kendaraan dengan muatan hingga puluhan ton.

Persoalan ini mencuat setelah warga menyampaikan informasi mengenai mobilisasi alat berat menuju lokasi galangan kapal yang diduga turut mengakibatkan kerusakan jalan.

Menanggapi keluhan tersebut, Audi Murphy menyatakan pemerintah daerah akan menyurati pihak ASDP untuk meminta penjelasan sekaligus membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan guna mencegah kerusakan infrastruktur akibat aktivitas mobilisasi alat berat maupun material lainnya.

“Kelas jalan ini tidak cocok dilewati kendaraan sampai puluhan ton. Kita akan surati pihak ASDP, hal-hal apa yang mereka bisa buat agar tidak terjadi kerusakan jalan akibat mobilisasi alat berat atau material lainnya,” tegasnya.

Langkah ini penting karena infrastruktur jalan merupakan fasilitas publik yang penggunaannya harus memperhatikan kapasitas dan ketentuan kelas jalan. Aktivitas usaha maupun pembangunan di suatu kawasan semestinya tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan dan daya tahan infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara.

Sekitar 12 Pengusaha Didorong Bangun Kesepahaman

Selain persoalan infrastruktur, Wakil Bupati juga menaruh perhatian terhadap pola pengelolaan kawasan wisata yang melibatkan sekitar 12 pengusaha.

Audi Murphy berharap seluruh pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan Pantai Pasir Putih Parparean dapat membangun kesepahaman bersama mengenai tata kelola dan pengembangan destinasi wisata, termasuk kemungkinan penerapan retribusi bagi pengunjung.

Kesepahaman tersebut dinilai penting agar pengelolaan kawasan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memiliki arah dan tujuan yang sama.

Penerapan retribusi, apabila disepakati dan dilaksanakan sesuai ketentuan, dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pemeliharaan fasilitas, kebersihan lingkungan, penataan kawasan, dan peningkatan kenyamanan wisatawan.

Namun, pengelolaannya juga perlu dilakukan secara transparan, dengan kejelasan mekanisme pemungutan serta penggunaan dana agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

### Potensi Wisata Harus Sejalan dengan Tanggung Jawab Bersama

Peninjauan Pantai Pasir Putih Parparean memperlihatkan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan inisiatif masyarakat. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, pelaku usaha, serta pihak-pihak yang melakukan aktivitas pembangunan di kawasan tersebut.

Ada tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan wisata, memastikan aktivitas kendaraan berat tidak merusak infrastruktur publik, serta membangun sistem pengelolaan yang tertib dan berkelanjutan.

Pantai Pasir Putih Parparean memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun, potensi tersebut harus diikuti dengan tata kelola yang baik, perlindungan fasilitas umum, dan tanggung jawab seluruh pihak.

Dengan demikian, pengembangan wisata di kawasan Parparean diharapkan tidak hanya menghadirkan daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Toba.

Media Putra Bhayangkara
Jonaer Silaban S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *