September 25, 2026

Wabup Tapanuli Utara Deni Lumbantoruan Buka Musrenbang RKPD 2026 di Kecamatan Tarutung: Fokus pada Produktivitas dan Pelestarian Budaya

Tapanuli Utara, Selasa 25 Februari 2025

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di Kecamatan Tarutung. Acara ini digelar di Gereja HKI Desa Sosunggulon dan menjadi Musrenbang perdana yang dihadiri Wabup Deni sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Wabup Deni menegaskan bahwa Musrenbang bertujuan menyelaraskan usulan dari desa dan kelurahan agar sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara. Ia juga menekankan pentingnya mendukung agenda pembangunan nasional melalui konsep “Asta Cita.”

“Musrenbang ini menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat di tingkat kecamatan. Kita memastikan semua usulan selaras dengan visi daerah, yakni ‘Bersama Mewujudkan Tapanuli Utara yang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan’,” ujar Wabup Deni.

Fokus Pembangunan: Peningkatan Produktivitas hingga Pelestarian Budaya

Wabup Deni menjabarkan enam fokus utama pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 yang didasarkan pada konsep “Asta Cita,” yakni:

1. Peningkatan Pemanfaatan Potensi Daerah:

Meningkatkan produktivitas sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM):

Meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, termasuk percepatan penurunan angka stunting.

Peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, petani, dan pelaku UMKM.

3. Penguatan Infrastruktur dan Layanan Dasar:

Meningkatkan akses air minum, pembangunan jalan dan jembatan, serta pengelolaan persampahan.

4. Peningkatan Ketahanan Bencana:

Menguatkan desa tangguh bencana untuk meminimalkan dampak bencana di wilayah rawan.

5. Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Inovatif:

Meningkatkan pelayanan publik berbasis inovasi dan digitalisasi untuk mempercepat birokrasi.

6. Pelestarian Adat dan Budaya Lokal:

Melestarikan situs sejarah, cagar budaya, serta memperkuat identitas budaya Batak dan nilai-nilai kearifan lokal.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga harus menjaga dan memperkuat identitas budaya kita. Ini adalah warisan berharga yang perlu kita lestarikan bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Optimalisasi Dana Desa untuk Dukungan Pembangunan

Wabup Deni juga menyoroti pentingnya optimalisasi penggunaan dana desa untuk mendukung prioritas pembangunan di daerah, di antaranya:

Pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.

Peningkatan aksesibilitas daerah terisolir melalui pembangunan jalan desa.

Peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan dan pembangunan rumah kreasi.

Pengelolaan kebutuhan pangan berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kemampuan keuangan daerah terbatas, sehingga dana desa harus dikelola secara bijak dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan,” tambah Wabup Deni.

Ajakan Berkolaborasi Demi Kemajuan Taput

Di akhir sambutannya, Wabup Deni mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk memberikan masukan yang konstruktif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia juga mengapresiasi partisipasi semua pihak dalam penyelenggaraan acara ini.

“Saya mengajak kita semua untuk bersinergi, berkolaborasi, dan berkomitmen dalam membangun Tapanuli Utara yang lebih baik. Dengan kerja keras bersama, kita dapat mewujudkan pembangunan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Wabup Deni.

Diterbitkan oleh Media Putra Bhayangkara
Oleh: Frish H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *