Wabup Humbahas Tinjau Penebangan di Hutan Sikirang, Warga Resah Sumber Air Terancam
Humbang Hasundutan, Rabu 16 April 2025
Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Junita Rebeka Marbun, SH., M.AP., turun langsung ke Desa Sihotang Hasugian (Sihas) Toruan, Kecamatan Tarabintang, Selasa (15/4/2025), untuk mendengar aspirasi masyarakat terkait polemik penebangan kayu di kawasan Hutan Sikirang, Dusun Onggol.
Kehadiran Wabup didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Froles Riduan Sihombing, Camat Tarabintang Serinaya Tinambunan, dan Kepala Desa Sihas Toruan, Esmar Nahampun.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyuarakan kekhawatiran mereka atas aktivitas penebangan kayu yang dinilai berpotensi merusak sumber mata air, yang selama ini menjadi tumpuan utama pengairan lahan pertanian mereka. “Jika mata air rusak, sawah kami bisa kekeringan. Kami mohon kebijakan ini ditinjau ulang,” ujar salah seorang warga.
Camat Tarabintang, Serinaya Tinambunan, mengakui bahwa pihak kecamatan telah beberapa kali melakukan dialog dengan warga. Namun demikian, masih ada sebagian masyarakat yang belum menyetujui kesepakatan mengenai aktivitas penebangan tersebut.
Sementara itu, perwakilan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Wilayah XIII Doloksanggul, Topaganda Sinurat, menyampaikan bahwa lokasi penebangan kayu di Hutan Sikirang telah diverifikasi dan dipastikan berada di luar kawasan hutan negara. “Secara regulasi, kegiatan ini telah sesuai ketentuan,” tegasnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Wabup Junita Rebeka Marbun menegaskan bahwa Pemkab Humbahas akan berpihak pada kepentingan rakyat, terutama dalam hal pelestarian lingkungan dan sumber daya air.
“Pemerintah hadir di tengah masyarakat. Kami memahami keresahan warga, dan ini hal yang wajar. Karena itu, kami akan mengkaji ulang secara menyeluruh kegiatan penebangan di Hutan Sikirang. Kami juga akan membentuk tim untuk menindaklanjuti pertemuan hari ini melalui rapat lanjutan bersama pihak terkait,” ucapnya.
Langkah pembentukan tim dan kajian ulang ini diharapkan menjadi jalan tengah antara pembangunan dan kelestarian lingkungan hidup, demi keberlanjutan hidup masyarakat Tarabintang ke depan.
Diterbitkan Oleh: Media Putra Bhayangkara
Frish. H. Silaban
