September 26, 2026

Usai 11 Warga Terdampak Gigitan HPR, Dinas Peternakan Langsung Gelar Vaksinasi Rabies di Siponjot dan Tapian Nauli

Lintonghiuta, Rabu 09 Juli 2025

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan bergerak cepat dalam merespons keresahan masyarakat terhadap ancaman rabies. Setelah mencuatnya pemberitaan tentang 11 warga Desa Siponjot yang terdampak gigitan Hewan Penular Rabies (HPR), vaksinasi massal langsung digelar pada Selasa, 8 Juli 2025 di Desa Siponjot dan Desa Tapian Nauli, Kecamatan Lintongnihuta.

Kegiatan ini dilaksanakan secara door to door ke rumah-rumah pemilik hewan, dengan total 150 ekor anjing dan kucing berhasil divaksinasi.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Parman Lumban Gaol, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan dan Masyarakat Veteriner, Sanggam K. Sihombing, menyampaikan bahwa pencegahan rabies harus menjadi tanggung jawab kolektif, dimulai dari kesadaran pemilik hewan hingga kolaborasi lintas sektor.

> “Kami menghimbau agar masyarakat rutin memvaksin hewan peliharaannya. Jika terjadi gigitan, segera laporkan kepada Dinas Peternakan dan Perikanan, bidan desa, atau petugas terkait untuk penanganan cepat,” tegas Parman.

LSM Kamtibmas: Apresiasi untuk Respons Cepat Pemkab

Informasi tanggap darurat ini disampaikan secara langsung oleh Sekretaris LSM Kamtibmas Kabupaten Humbang Hasundutan, M. Silaban, kepada Media Putra Bhayangkara pada Rabu, 9 Juli 2025. Ia menyebut bahwa pelaksanaan vaksinasi ini adalah bentuk respons cepat setelah media daring ramai memberitakan kasus warga yang terkena gigitan HPR selama sepekan terakhir.

> “Kami mengapresiasi langkah cepat Pemkab Humbahas. Setelah 11 warga dikabarkan terdampak dan media mengangkat isu ini pada 8 Juli, Pemkab langsung turun melaksanakan vaksinasi. Ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam merespons persoalan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, M. Silaban juga menekankan pentingnya peningkatan sistem pelaporan dan deteksi dini di tingkat desa agar upaya pencegahan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif.

Kolaborasi Semua Pihak, Kunci Keberhasilan

Turut hadir dalam kegiatan vaksinasi tersebut Sekretaris Kecamatan Lintongnihuta Bahara Hutasoit, SP, Kepala Desa Siponjot Deka Silaban, ST, serta aparat Desa Tapian Nauli. Kehadiran mereka menandakan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat desa dalam upaya mencegah penyebaran rabies di masyarakat.

Penyakit rabies merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui gigitan hewan, dan bersifat mematikan apabila tidak ditangani secara medis. Maka, program vaksinasi akan terus dilanjutkan ke kecamatan lain di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan sesuai jadwal Dinas Peternakan dan Perikanan.

> “Bersama Kita Melawan Rabies (BKMR)” menjadi seruan kolektif dalam membangun kesadaran, kesiapsiagaan, dan tindakan cepat melawan rabies.

Vaksinasi rabies yang digelar pada 8 Juli 2025 menunjukkan respons cepat Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terhadap situasi darurat kesehatan masyarakat. Kolaborasi antara dinas teknis, aparat desa, media, dan LSM menjadi bukti bahwa kekuatan gotong royong masih menjadi fondasi kuat dalam penyelamatan warga dari ancaman penyakit zoonosis seperti rabies.

Reporter: Frish. H. Silaban
Editor: Tim Redaksi MPB
Dokumentasi: Dinas Peternakan & Perikanan Humbahas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *