Taput 80 Tahun: Pers Kritis, Penjaga Lompatan Maju
Tapanuli Utara, Minggu 24 Agustus 2025
Di usia ke-80, Tapanuli Utara tak cukup dengan sanjungan, tapi butuh kritik yang mengawal agar visi “Harmoni Budaya, Lompatan Maju” benar-benar terwujud.
Tapanuli Utara memasuki usia 80 tahun—usia yang matang, penuh sejarah, sekaligus menuntut lompatan baru. Tema perayaan tahun ini, “Harmoni Budaya, Lompatan Maju”, memberi pesan bahwa kemajuan hanya bisa dicapai bila ada keseimbangan antara kebersamaan, tradisi, dan keberanian melangkah ke depan.
Dalam perjalanan panjang ini, pers selalu memainkan peran penting. Namun wajah pers di tengah masyarakat sering terlihat berseberangan. Ada wartawan yang selalu berada di belakang bupati dan wakil bupati, sekadar mengikuti seremoni, seolah-olah tugasnya hanya menjadi bayangan kekuasaan. Publik kerap menilai model wartawan ini tak lebih dari “penjilat” yang sibuk menjaga kedekatan, bukan lagi pengawal demokrasi.
Sebaliknya, wartawan kritis justru sering disalahpahami. Mereka dianggap pengganggu, bahkan penghambat pembangunan. Padahal kritik adalah bentuk dukungan yang paling murni. Kritiklah yang memastikan agar visi, misi, dan janji politik pemimpin benar-benar dijalankan. Kritik juga menjadi rem agar program pembangunan tidak melenceng dari kepentingan rakyat.
Di usia 80 tahun ini, Tapanuli Utara tidak lagi cukup dengan tepuk tangan kosong atau pujian seremonial. Daerah ini butuh pengawalan serius agar lompatan kemajuan benar-benar terjadi. Di sinilah pers kritis mengambil peran strategis: bukan sekadar mendukung figur, melainkan mengawal program dan kepentingan rakyat.
Pers yang kritis sesungguhnya adalah mitra terbaik pemerintah. Mereka adalah cermin yang jujur, pengingat yang keras tapi adil, sekaligus sahabat yang memastikan Taput tidak tersesat dalam perjalanan menuju masa depan.
Wartawan penjilat bisa membuat seorang bupati terlihat hebat. Tapi wartawan kritislah yang akan membuat Tapanuli Utara benar-benar hebat di usianya yang ke-80 ini.
Penulis: Frish. H. Silaban
Media Putra Bhayangkara.
