Sinergi Tiga Pilar Kawal Long March Damai di Nabire
NABIRE, 11 Mei 2026 Putrabhayangkara.id – Kolaborasi solid ditunjukkan oleh tiga pucuk pimpinan aparat keamanan di Kabupaten Nabire dalam mengawal aksi penyampaian aspirasi masyarakat. Kapolres Nabire, Dandim 1705/Nabire, dan Danlanal Nabire turun langsung ke lapangan untuk memimpin pengawalan jalan sehat atau long march menuju Kantor DPRP Papua Tengah. Kehadiran tiga tokoh kunci ini menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin keamanan serta ketertiban di tengah dinamika sosial masyarakat.
Sepanjang rute perjalanan, terlihat koordinasi yang sangat humanis antara aparat dan massa aksi. Sinergi “Tiga Serangkai” ini berhasil menciptakan suasana yang kondusif, sehingga peserta aksi dapat berjalan dengan tertib tanpa adanya gangguan keamanan maupun gesekan fisik. Langkah persuasif yang dikedepankan oleh unsur pimpinan TNI-Polri tersebut mendapat apresiasi karena mampu meredam potensi provokasi yang mungkin muncul di sepanjang jalan protokol.
Massa yang membawa berbagai atribut aspirasi bergerak secara teratur mengikuti arahan petugas. Pengawalan ketat namun tetap santun memastikan bahwa hak warga negara untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sementara aktivitas publik lainnya di Kota Nabire tetap berjalan normal. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi yang baik antara pimpinan keamanan dan koordinator lapangan merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
Setibanya di Kantor DPRP Papua Tengah, situasi tetap terkendali hingga seluruh rangkaian orasi selesai dilakukan. Tidak ditemukan adanya aksi anarkis maupun perusakan fasilitas umum selama perjalanan berlangsung. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pengamanan yang matang serta kehadiran langsung para pimpinan satuan di garis depan, yang memberikan rasa tenang baik bagi peserta aksi maupun masyarakat luas.
Aksi ini ditutup dengan apresiasi dari berbagai pihak atas kepemimpinan Kapolres, Dandim, dan Danlanal yang berhasil membawa massa tiba di tujuan dengan sangat aman. Kondusifitas yang tercipta di Nabire hari ini diharapkan menjadi standar bagi pengamanan aksi-aksi serupa di masa depan, di mana dialog dan pengawalan melekat menjadi instrumen utama dalam menjaga kedamaian di tanah Papua Tengah.
MPB ABIRAYANTI
