Silaturahmi dan kolaborasi antara Kasatgaswil Densus 88 Maluku Utara dengan POKDARKAMTIBMAS BHAYANGKARA Provinsi Maluku Utara
Ternate—tujuan dan Silaturahmi Melakukan deteksi dini untuk mencegah penyebaran paham Intoleran, Radikal, khususnya paham IRET dan HTI di wilayah Provinsi Maluku Utara sabtu, (20/12/2025)
Menurut Kasatgaswil Maluku Utara Muslim Nanggala S.I.K, M.H bahwa sinergi dan kolaborasi dalam memberikan sosialisasi dan vaksinasi ideologi kepada anggota POKDARKAMTIBMAS Bhayangkara agar dapat turut aktif mencegah penyebaran paham tersebut.
Ia Menyampaikan program-program pencegahan seperti Kontra Ideologi, Kontra Radikal, dan Kontra Narasi yang dilakukan oleh Satgaswil Maluku Utara Densus 88.
Muslim Nanggala S.I.K, M.H menegaskan pentingnya kerja sama untuk bersama-sama membendung paham intoleran dan radikal melalui sosialisasi dan penyebaran konten kontra narasi di media sosial.
Ketua POKDARKAMTIBMAS Bhayangkara Daerah Maluku AKMAL MUSTAF S.Hi menyatakan kesadaran akan bahaya paham IRET dan HTI serta bersedia mengatur waktu untuk sosialisasi dari Tim Cegah Satgaswil.
Wakil Sekretaris POKDARKAMTIBMAS Bhayangkara Daerah Maluku Utara Ichlas Yudha Pramono, S.IP, M.Si menyatakan kesiapan bekerja sama secara aktif dalam upaya pencegahan dan akan melibatkan Tim Cegah Satgaswil dalam pembuatan program Anti IRET.
Silaturahmi dihadiri oleh anggota tim Satgaswil Maluku Utara dan pengurus POKDARKAMTIBMAS Bhayangkara,Daerah Maluku Utara antara lain:
– IPDA BUDI ATMAJA
– BRIPTU ANDI RISKI PUTRA
– SYAHRIL RAKIB (Ketua Bidang Humas Daerah POKDARKAMTIBMAS BHAYANGKARA)
– RATNA YUNUS, S.Pd (Ketua Bidang PPA Daerah POKDARKAMTIBMAS BHAYANGKARA)
– LUSIYANA HAMING (Anggota Bidang PPA POKDARKAMTIBMAS)
– MASYKHUR ABDUL KADIR (Wakil Ketua Kota POKDARKAMTIBMAS)
– AISA BADARUNI SKM M.M.KES (Ketua Bidang PPA dan Kesehatan Kota POKDARKAMTIBMAS)
Silaturahmi ini menjadi wadah penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Densus 88 dan POKDARKAMTIBMAS Bhayangkara dalam rangka pencegahan dini penyebaran paham intoleran dan radikal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di Maluku Utara. Dengan sinergi ini, diharapkan paham-paham seperti IRET dan HTI dapat dicegah secara efektif melalui edukasi, sosialisasi, dan program kontra narasi yang berkelanjutan.
(red zd)
