September 8, 2026

Polda Papua Tengah Turunkan Tim Reskrim Usut Kebakaran Maut Di Paniai, 11 Orang Tewas

IMG-20260907-WA0052

PANIAI, Putrabhayangkara.id — Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menerjunkan tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Dirreskrimum dan Dirreskrimsus Polda Papua Tengah untuk mengusut tuntas musibah kebakaran hebat di Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai. Peristiwa yang terjadi pada Senin (7/9/2026) dini hari tersebut merenggut 11 korban jiwa serta meratakan puluhan bangunan.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, menyampaikan bahwa Dirreskrimum Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol I Ketut Suarnaya telah berada di lokasi untuk membackup Polres Paniai. Tim juga diperkuat oleh lima perwira serta personel Reskrim Polda Papua Tengah.

“Atas perintah bapak Kapolda, kedua PJU datang ke Paniai untuk membantu proses penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” ujar Henry dalam keterangannya.

Dampak Kebakaran dan Korban Jiwa
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, dampak dari insiden ini mencakup:
Kerusakan Bangunan: 49 unit bangunan (kios dan rumah) hangus terbakar.

Warga Terdampak: 148 orang kehilangan tempat tinggal.
Korban Meninggal Dunia: 11 orang (5 dewasa dan 6 anak-anak).

Seluruh korban tewas akibat luka bakar saat ini disemayamkan di RSUD Paniai. Pihak kepolisian masih menunggu izin dari pihak keluarga untuk melakukan proses visum.

Berikut identitas para korban meninggal dunia:
Dewasa: Najamuddin (70), Wandi (36), Herlina (30, istri Wandi), Hasyim (30), dan Rizka Falma (28, istri Hasyim).
Anak-anak (anak Wandi): Aska (9), Abie (6), dan Adit (5).
Anak-anak (anak Hasyim): Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2).

Penyelidikan dan Penanganan Korban
Untuk membantu ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal, kepolisian mendirikan posko pengungsian di halaman Polsek Paniai Timur. Meski demikian, sebagian besar warga terdampak memilih menumpang di kediaman kerabat mereka.

Mengenai penyebab kebakaran, Kompol Henry menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman dan menolak berspekulasi. Tim DVI dan Labfor dari Pusdokkes Polda Papua juga turut didatangkan untuk memperkuat proses identifikasi dan olah TKP.

“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” tegasnya.

Polda Papua Tengah mengimbau seluruh lapisan masyarakat Paniai agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Warga yang memiliki informasi penting terkait peristiwa tersebut diminta segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *