September 25, 2026

Peresmian Dapur Sehat Lapas Kelas IIA Pontianak, Dirjenpas Tegaskan Komitmen Standar Gizi dan Pembinaan Berkualitas

IMG-20260302-WA0053

Pontianak – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia meresmikan Dapur Sehat Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Irjen Mashudi, dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Kalimantan Barat.senin,(2/3)

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Kalimantan Barat, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), jajaran petugas pemasyarakatan, serta mitra kerja dan tokoh masyarakat Kota Pontianak.

Dalam sambutannya, Dirjenpas Drs. Mashudi menegaskan bahwa peresmian Dapur Sehat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan standar gizi yang layak bagi warga binaan, sekaligus mendukung pembinaan yang lebih berkualitas dan humanis.

“Pemasyarakatan bukan hanya soal pembinaan keamanan, tetapi juga memastikan hak-hak dasar warga binaan terpenuhi, termasuk hak atas makanan yang sehat dan bergizi. Ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas konsumsi bagi warga binaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kondisi lapas yang sehat, produktif, dan kondusif. Standar gizi yang baik diharapkan mampu menunjang kesehatan fisik maupun mental warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Penguatan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Kalimantan Barat. Evaluasi kinerja, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi pelayanan publik menjadi fokus utama dalam agenda tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Kalbar dalam laporannya menyampaikan berbagai capaian program pembinaan, termasuk program ketahanan pangan yang dijalankan di sejumlah UPT. Sepanjang periode Januari hingga Februari 2026, kegiatan pembinaan kemandirian menghasilkan produksi dari sektor pertanian dan perkebunan sebanyak 4.481 kilogram, sektor perikanan 465 kilogram, serta sektor peternakan yang terus berkembang.

Program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Komitmen Berantas Narkoba

Dalam kesempatan itu, Dirjenpas juga menegaskan komitmen tegas terhadap pemberantasan peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan. Ia meminta seluruh jajaran untuk memperkuat deteksi dini, razia rutin, serta sinergi dengan aparat penegak hukum.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap peredaran narkoba. Kita harus benar-benar bersih dan tegas. Pemasyarakatan harus menjadi tempat pembinaan, bukan tempat peredaran barang terlarang,” tegasnya.

Langkah pengawasan internal, peningkatan integritas petugas, serta pemindahan narapidana tertentu antarwilayah menjadi bagian dari strategi pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban.

Wujudkan Pembinaan Humanis dan Produktif

Selain peresmian Dapur Sehat, Dirjenpas juga meninjau berbagai program pembinaan kemandirian di Lapas Pontianak, mulai dari kegiatan pertanian, perikanan, hingga peternakan. Program-program tersebut diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi.

Dengan peresmian Dapur Sehat Pemasyarakatan ini, diharapkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan di Kalimantan Barat semakin meningkat, baik dari aspek pemenuhan hak dasar, pembinaan mental-spiritual, maupun pengembangan keterampilan.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan penegasan komitmen bersama seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus memperkuat tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik, demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern dan berintegritas.(Sabirin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *