September 25, 2026

Perdebatan Sengit di Wisata Pasar Bawah Bengkulu Selatan: Pokdarwis Tumpuk Pasir Dua Truk di Pintu Masuk Area Hiburan Anak anak Bengkulu

Selatan –
Bengkulu Selatan, putrabhayangkara.id- Ketegangan memuncak di kawasan wisata Pasar Bawah, Bengkulu Selatan, pada senin (1/12/2025) Perdebatan sengit antara pengelola usaha hiburan dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang mengklaim sebagai perpanjangan tangan Dinas Pariwisata, dipicu oleh penguncian toilet umum (WC) yang membuat pengunjung tidak bisa menggunakannya.Insiden ini berawal dari argumen Pokdarwis yang memiliki mandat khusus atas pengelolaan fasilitas wisata. Situasi memanas menjadi cekcok terbuka hingga akhirnya dimediasi oleh Bupati Bengkulu Selatan dan Kadis Pariwisata. Sayangnya, setelah aparat pemerintah meninggalkan lokasi musyawarah, kesalahpahaman kembali muncul antara Pokdarwis dan pengelola hiburan. Pokdarwis bahkan mengancam menutup tempat hiburan serta wahana mainan anak-anak, sambil menumpuk pasir sebanyak dua truk di pintu masuk area bermain. Tumpukan pasir ini mengganggu akses masuk secara parah, meninggalkan pengunjung dan pengusaha kebingungan. Seorang pengusaha hiburan anak-anak yang enggan disebut namanya mengeluhkan, “Saya tidak tahu maksud dan tujuan tumpukan pasir itu. Kok tanpa konfirmasi dulu?” Sementara pemodal pusat hiburan menyatakan komitmennya mempertahankan usaha meski merugi. “Saya hanya menghidupkan tempat pariwisata ini. Sepeser pun saya tidak untung, kalau bisa bayar karyawan saja sudah senang. Bulan ini biaya gaji karyawan jauh dari cukup, tapi saya tidak akan tutup meski tekor. Saya ciptakan lapangan kerja; kalau kurang, saya ambil dari kantong usaha lain. Yang penting teman-teman jangan nganggur,” ujarnya. Menurut warga dan pelaku usaha setempat, pengusaha hiburan di wisata ini sejak awal menghadapi berbagai hambatan, mulai dari retribusi tanpa dasar hukum hingga gangguan berkelanjutan. “Seharusnya pemerintah tidak libatkan kelompok masyarakat lain dalam pengelolaan wisata ini, karena justru ciptakan gejolak kepentingan yang sebenarnya tidak diketahui pihak pemerintah,” keluh seorang warga usaha. Hingga berita ini diturunkan, situasi masih tegang dan menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah. Reporter: Awak Media Putra Bhayangkara
Editor: Tim PutraBhayangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *