Pemkab Taput Mulai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp7,2 Miliar
Tapanuli Utara – Senin 14 September 2026. Putrabhayangkara.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mulai membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai fasilitas pelayanan terpadu bagi masyarakat. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., di Eks Gedung Nasional Tarutung, Senin (14/9/2026).
Pembangunan MPP tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp7,2 miliar.
Pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember 2026. Setelah pembangunan fisik rampung, MPP tersebut direncanakan mulai difungsikan sebagai pusat pelayanan publik terpadu pada 2027.
Kehadiran MPP diarahkan untuk memperkuat penyelenggaraan pelayanan publik dengan mengintegrasikan berbagai jenis layanan dalam satu lokasi. Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah dan terkoordinasi.
Rangkaian kegiatan peletakan batu pertama diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Goklas Sianturi. Dalam ibadah tersebut disampaikan firman Tuhan dari 1 Korintus 3:10-11 yang menekankan pentingnya membangun dengan dasar yang kokoh.
Dalam sambutannya, Bupati Jonius mengatakan peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol dimulainya komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan pelayanan kepada masyarakat.
“Batu pertama yang kita letakkan hari ini adalah simbol dimulainya sebuah komitmen besar untuk membangun budaya pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Tapanuli Utara,” ujar Bupati.
Menurutnya, pembangunan gedung MPP tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan konstruksi. Persiapan sistem pelayanan, sumber daya manusia dan berbagai kebutuhan pendukung juga harus dilakukan sehingga fasilitas tersebut nantinya dapat berfungsi sesuai tujuan.
“Pembangunan yang kita mulai pada hari ini bukan hanya memiliki target penyelesaian secara fisik, tetapi juga harus dipersiapkan secara menyeluruh agar pada saat difungsikan nantinya, gedung ini benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Bupati juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan menjaga kualitas pembangunan dan integritas pelaksanaan proyek. Pesan tersebut disampaikan agar pembangunan MPP tidak berhenti pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi menghasilkan fasilitas pelayanan yang layak digunakan dalam jangka panjang.
“Kita tidak ingin pembangunan ini hanya selesai secara administratif, tetapi kita ingin menghasilkan bangunan Mal Pelayanan Publik yang benar-benar berkualitas dan membanggakan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara,” tegasnya.
Bupati berharap pada 2027 MPP dapat difungsikan sebagai pusat pelayanan publik yang modern, terpadu, nyaman, berkualitas dan berkelanjutan.
Pembangunan MPP ini sekaligus menjadi salah satu agenda Pemkab Tapanuli Utara dalam memperkuat sarana pelayanan kepada masyarakat. Namun, keberhasilan program nantinya tidak hanya ditentukan oleh terselesaikannya bangunan, melainkan juga kesiapan jenis layanan, mekanisme pelayanan, petugas serta integrasi antarperangkat daerah dan instansi terkait.
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta jajaran teknis pelaksana lapangan.
Frish. H. Silaban
