September 11, 2026

Pemkab Taput Dorong Riset Mahasiswa IAKN Tarutung Berbasis Solusi Daerah

IMG-20260911-WA0054

 

Tapanuli Utara – Jumat 11 September 2026. Putrabhayangkara.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang berkembang di tengah masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., saat memberikan kuliah umum bertema “Research Acceleration: Merancang Penelitian yang Feasible dan Membangun Roadmap Penyelesaian Tesis/Disertasi” di Aula Mini Kampus IAKN Tarutung, Jumat (11/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wabup mengajak mahasiswa Pascasarjana IAKN Tarutung membangun pola pikir penelitian yang lebih aplikatif dengan menjadikan persoalan di lingkungan kerja, pendidikan, pelayanan publik maupun kehidupan sosial masyarakat sebagai sumber permasalahan penelitian.

Menurutnya, penelitian akademik memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan apabila dirancang berdasarkan persoalan yang benar-benar terjadi dan didukung metodologi ilmiah yang tepat.

“Penelitian hendaknya tidak sekadar menjadi pemenuhan kebutuhan akademik belaka, tetapi harus mampu menghasilkan kajian mendalam serta solusi konkret yang relevan terhadap permasalahan di lapangan,” ujar Deni.

Ia mengatakan, hasil penelitian mahasiswa diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pengetahuan yang memberikan manfaat lebih luas, termasuk sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan program maupun perumusan kebijakan pemerintah daerah.

Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun karya ilmiah, tetapi juga perlu memastikan bahwa permasalahan yang diteliti memiliki relevansi, data yang dapat diperoleh, metode yang dapat diterapkan, serta batasan penelitian yang realistis.

Dalam kuliah umum tersebut, Wabup juga memaparkan sejumlah tahapan penting dalam mempercepat penyelesaian penelitian. Tahapan itu antara lain menentukan permasalahan utama, memetakan kondisi dan kebutuhan data, mengidentifikasi research gap, menentukan pendekatan metodologis, menyusun instrumen penelitian, hingga membangun research roadmap yang terukur.

Menurutnya, perencanaan sejak awal menjadi bagian penting agar penelitian tidak kehilangan arah dan mahasiswa dapat mengantisipasi berbagai kendala selama proses penyusunan tesis maupun disertasi.

“Mahasiswa perlu merancang penelitian secara terstruktur, mulai dari menemukan masalah, menentukan celah penelitian, memilih metode yang tepat, sampai menyusun peta jalan penyelesaian penelitian,” katanya.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mahasiswa menyusun teori dan metodologi, tetapi juga oleh ketepatan dalam menghubungkan persoalan penelitian dengan kondisi empiris di lapangan.

Pemkab Tapanuli Utara berharap kegiatan akademik seperti kuliah umum tersebut dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan pembangunan daerah.

Mahasiswa Pascasarjana IAKN Tarutung diharapkan mampu menghasilkan tesis maupun disertasi yang memiliki nilai akademik sekaligus memberikan manfaat praktis bagi masyarakat.

Dengan demikian, penelitian yang lahir dari lingkungan perguruan tinggi tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memperkaya pengetahuan, menawarkan alternatif pemecahan masalah dan mendukung pembangunan Tapanuli Utara berbasis data serta kajian ilmiah.

Frish. H. Silaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *