September 27, 2026

Pemkab Tapanuli Utara Dorong Kolaborasi Strategis dalam Pengelolaan Air dan Energi

Tapanuli Utara, Rabu 23 April 2025

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Hal ini tampak dalam Rapat Koordinasi yang digelar pada Rabu (23/04/2025), membahas kerja sama antara Perumda PDAM Mual Na Tio dan PT. Gading Energi Prima terkait dampak operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Tarutung.

Rapat berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Tapanuli Utara, dan dihadiri langsung oleh Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, serta Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng. Hadir pula perwakilan dari PT. Gading Energi Prima, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, Direktur Perumda PDAM Mual Na Tio Lamtagon Manalu, sejumlah pimpinan OPD terkait, dan Camat Sipoholon.

Dalam rapat tersebut, PDAM menyampaikan sejumlah usulan penting kepada PT. Gading Energi Prima guna meminimalisir dampak kegiatan PLTMH terhadap pelayanan air bersih, antara lain:

Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar area Power House untuk mencegah kebocoran pipa transmisi;

Peningkatan koordinasi dalam kegiatan perawatan bendungan;

Penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pengelolaan SPAM dan PLTMH agar sistem kerja menjadi lebih terintegrasi.

PDAM juga meminta BBWS Sumatera II untuk meninjau ulang lokasi dan kondisi intake yang saat ini kerap bermasalah, terutama saat musim hujan yang menyebabkan sedimen menumpuk dan aliran air terganggu.

Bupati JTP Hutabarat dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Kami menyambut baik kehadiran PLTMH sebagai bagian dari solusi energi di Tapanuli Utara. Namun, semua pihak harus tetap menjunjung prinsip kehati-hatian demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia juga meminta BBWS segera memperbaiki infrastruktur pipa yang bocor serta mempercepat reboisasi daerah tangkapan air yang ditargetkan dimulai paling lambat Juli 2025.

Rapat ini mencerminkan komitmen Pemkab Tapanuli Utara dalam menerapkan tata kelola pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Diterbitkan Oleh Media Putra Bhayangkara.
Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *