Pemkab Tapanuli Utara Bahas Pemanfaatan Dana CSR SOL Tahun 2025, Fokus pada Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat
Tapanuli Utara, Senin, 17 Maret 2025
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar rapat pembahasan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Sarulla Operations Limited (SOL) untuk tahun 2025. Rapat yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara pada Senin (17/03/2025) ini dihadiri oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si, M.Si, Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, Pj. Sekretaris Daerah David Sipahutar, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Tutur Simanjuntak, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Rapat ini bertujuan untuk menentukan prioritas penggunaan dana CSR SOL agar sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah. Dalam pemaparannya, Manager CSR dan External Relations SOL, Melva Samosir, mengungkapkan bahwa alokasi dana CSR tahun 2025 mencapai Rp 3.199.000.000. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai program pembangunan di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, dua wilayah yang terdampak langsung oleh operasional SOL.
Fokus Program CSR SOL Tahun 2025
SOL menetapkan enam sektor utama sebagai fokus program CSR, yaitu:
1. Pertanian dan Peningkatan Mata Pencaharian – Mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
2. Kesehatan – Penyediaan fasilitas kesehatan dan upaya pencegahan penyakit, termasuk penanganan stunting.
3. Pendidikan – Pemberian beasiswa dan program peningkatan kualitas pendidikan.
4. Perbaikan Infrastruktur – Pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, serta sistem irigasi.
5. Seni, Budaya, dan Keagamaan – Pelestarian budaya serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
6. Keterlibatan Stakeholder – Peningkatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan.
Penerima manfaat dari program ini mencakup kelompok tani, kelompok perempuan, lansia dan balita, serta pelajar dan pemuda. Saat ini, sebanyak 10 desa di Kecamatan Pahae Julu dan 9 desa di Kecamatan Pahae Jae telah menjadi cakupan program CSR SOL.
Harapan Pemkab Tapanuli Utara terhadap SOL
Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi kepada SOL atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Namun, ia menekankan bahwa program CSR harus lebih berdampak jangka panjang dan tepat sasaran. “Kami berharap agar pemanfaatan dana CSR dapat terus ditingkatkan dan bersifat berkelanjutan,” ujar JTP Hutabarat.
Ia juga mendorong SOL untuk terus berkolaborasi dengan perangkat daerah guna memastikan efektivitas program. Untuk sektor pendidikan, ia meminta agar beasiswa diberikan kepada siswa berprestasi dan program inovatif yang mendukung kemajuan pendidikan di daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Deni Lumbantoruan menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan dana CSR dengan koordinasi lebih erat antara SOL dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia mengusulkan agar SOL mendukung program pendidikan “Satu Keluarga, Satu Sarjana,” yang bertujuan memberikan kesempatan bagi keluarga kurang mampu untuk memiliki minimal satu anggota keluarga dengan gelar sarjana.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya program penyediaan air bersih guna mencegah stunting serta perbaikan infrastruktur seperti jalan desa dan irigasi. “Kami ingin agar program CSR SOL sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara, yaitu mewujudkan daerah yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Usulan Prioritas dari Perangkat Daerah
Dalam rapat ini, beberapa pimpinan perangkat daerah turut menyampaikan usulan kegiatan yang dianggap prioritas untuk didanai melalui CSR SOL. Usulan tersebut mencakup pengembangan pertanian berkelanjutan, peningkatan fasilitas kesehatan, serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap agar CSR SOL tahun 2025 dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung pencapaian pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Diterbitkan oleh Media Putra Bhayangkara
Frish H. Silaban
