Pangdam XXIX/Mambruk: Hadir untuk Keamanan dan Kemajuan Papua Tengah
NABIRE, Putrabhayangkara.id – Panglima Kodam (Pangdam) XXIX/Mambruk, Mayjen TNI Aminton Manurung, S.I.P., menegaskan kehadiran Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah bertujuan menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Aminton saat memberikan keterangan kepada awak media di Nabire, Papua Tengah, Rabu (21/10/2026). Ia mengatakan, setelah dilantik Presiden pada 5 Oktober 2026 dan melaksanakan alih komando dan pengendalian (alih kodal) di Mabes TNI AD, dirinya mulai menjalankan tugas di wilayah Papua Tengah.
Sebelum tiba di Nabire, Pangdam telah mengunjungi Mimika dan melaksanakan alih kodal bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Ia menyebut, terdapat empat batalion yang mendukung pelaksanaan tugas kewilayahan di bawah komandonya.
Menurut Aminton, wilayah Kodam XXIX/Mambruk mencakup delapan kabupaten. Penempatan personel dan penyiapan pangkalan akan dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah agar fasilitas yang disiapkan dapat digunakan secara optimal oleh prajurit.
Ia menjelaskan, selain batalion teritorial pembangunan (Yonif TP) yang telah masuk ke wilayah penugasan, Kodam juga merencanakan penambahan satuan yang berada langsung di bawah komando Kodam. Namun, proses tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam penyiapan lokasi dan fasilitas pangkalan.
Aminton menilai, keberadaan prajurit tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal. Dengan jumlah personel sekitar 1.190 orang dalam satu batalion, perputaran uang di daerah dapat meningkat melalui belanja kebutuhan sehari-hari dari pelaku usaha dan masyarakat setempat.
“Kalau dihitung secara sederhana, 1.200 personel dikalikan Rp6 juta, ada sekitar Rp7,2 miliar uang yang berputar di kabupaten. Itu bisa dimanfaatkan prajurit untuk berbelanja dengan potensi yang ada di wilayah,” ujarnya.
Ia menegaskan, keamanan merupakan salah satu prasyarat penting bagi kelancaran pembangunan. Karena itu, Kodam XXIX/Mambruk akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga situasi Papua Tengah tetap aman dan kondusif.
Pangdam juga berpesan kepada insan pers agar membantu menyampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran Kodam bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan membangun hubungan yang baik dengan warga serta memberikan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Dengan kehadiran Kodam di sini, harapan saya bisa membawa kemajuan, khususnya di Papua Tengah. Perlengkapan dan kendaraan satuan juga sedang dalam proses pengiriman secara bertahap,” tutupnya.
MPB ABIRAYANTI
