September 25, 2026

Oknum Ngaku Wartawan Ganggu Proyek Desa, Warga Sadananya Jadi Resah

CIAMIS, www.putrabhayangkara.id – Sejumlah desa di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, tengah dibuat resah oleh ulah oknum yang mengaku wartawan. Mereka datang ke desa-desa, seolah melakukan pemeriksaan proyek pembangunan, namun justru menimbulkan keresahan dan dugaan pungutan liar.

Kepala Urusan Kesejahteraan (Kesra) Desa Mangkubumi, Kamil Jamaludin, mengaku pihaknya beberapa kali didatangi orang yang membawa nama media, tapi bertindak di luar kewenangan.

“Datangnya seperti auditor, tanya-tanya soal bahan, bahkan memeriksa material proyek. Padahal itu bukan tugas mereka. Kami sampai harus meladeni hal-hal yang nggak ada hubungannya,” ucap Kamil, Selasa (04/11/2025).

Kamil menjelaskan, semua proyek desa sudah disusun melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh tenaga pendamping teknik. Karena itu, pemeriksaan oleh pihak luar tanpa dasar yang jelas justru mengganggu pelaksanaan di lapangan.

“Yang lebih parah, ada juga yang mencoba menekan kami dengan tujuan tertentu. Kalau seperti itu, jelas sudah bukan tugas wartawan, tapi perbuatan yang mencederai profesi pers,” ujarnya tegas.
___

MINTA UANG LEWAT WHATSAPP

Hal serupa disampaikan Jamaludin, Ketua Karang Taruna Desa Mangkubumi. Ia sempat dihubungi seseorang yang mengaku wartawan dan meminta sejumlah uang tanpa alasan yang jelas.

“Tiba-tiba minta transfer uang, padahal tidak ada hubungan pekerjaan. Ini jelas merusak nama baik rekan-rekan wartawan yang benar-benar profesional,” katanya.
___

BANYAK YANG TIDAK BISA MENUNJUKAN KARTU PERS

Bukan hanya di Mangkubumi, kondisi serupa juga dialami desa lain. Sekretaris Desa Mekarjadi, Ihin Solihin, mengatakan banyak oknum datang mengaku wartawan, tapi tidak bisa menunjukkan kartu identitas pers maupun surat tugas.

“Kami sangat terbuka pada wartawan sejati yang datang untuk melakukan fungsi kontrol sosial. Tapi kalau datang hanya mencari-cari kesalahan dan tidak jelas asal medianya, kami anggap itu oknum,” ujarnya.
____

HARAPAN UNTUK WARTAWAN PROFESIONAL

Pemerintah desa di Sadananya berharap, para wartawan yang benar-benar menjalankan kode etik tetap hadir untuk bersinergi membangun desa.

“Kami senang kalau media datang dengan niat baik, sopan, dan sesuai aturan. Tapi kalau ada yang hanya mencari keuntungan pribadi, tolong jangan bawa nama wartawan, karena itu bisa merusak kepercayaan masyarakat,” kata Kamil menutup perbincangan.

(Red. IBAY Putra Bhayangkara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *