September 27, 2026

Mutasi Besar Taput 2025: 36 Kursi Bergeser, Loyalitas dan Kinerja Diuji

 

Tarutung, Selasa 14 Oktober 2025

Rotasi besar-besaran kembali mengguncang jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Melalui Keputusan Bupati Tapanuli Utara Nomor 474 Tahun 2025 tertanggal 13 Oktober 2025, sebanyak 36 pejabat administrator (eselon III) resmi diberhentikan dan diangkat dalam jabatan baru.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. tengah melakukan konsolidasi struktur pemerintahan, memperkuat loyalitas aparatur sipil negara, sekaligus menegaskan komitmen reformasi birokrasi yang lebih disiplin dan terukur.

Rotasi ini mencakup posisi-posisi strategis di lingkup Sekretariat Daerah, dinas teknis, dan pemerintahan kecamatan.
Empat kepala bagian di Setdakab Taput berganti posisi penting, yaitu:

Roy Marganda Lumban Tobing kini menjabat Kabag Organisasi,

Verawati K. Purba dipercaya sebagai Kabag Umum,

Marulak Daniel Mantovani Lumban Tobing menempati kursi Kabag Perekonomian dan SDA,

dan Maradu Parulian Sitompul kini mengemban jabatan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Pergeseran ini diyakini sebagai bagian dari penataan ulang jantung administrasi pemerintahan Taput, di mana Setdakab menjadi simpul koordinasi seluruh kebijakan daerah.

Sementara itu, di jajaran pemerintahan kecamatan, enam Camat bergeser posisi — mencerminkan pola penyegaran lintas wilayah.
Hendrik Simanjuntak kini menjabat Camat Sipahutar, Elyanto Sitompul menjadi Camat Pahae Julu, Ade Harry Situmorang memimpin Garoga, Reinhard Nixson Manullang ke Siatas Barita, Rambe Marganda Hutabarat menjabat Camat Adiankoting, dan Sostra Sitompul naik dari sekretaris menjadi Camat Purba Tua.

Pergerakan ini bukan kebetulan. Banyak analis menilai bahwa Bupati JTP tengah menempatkan figur-figur lapangan yang dikenal tegas, loyal, dan memahami karakter wilayah, demi mempercepat pelayanan publik hingga ke desa-desa.

Di sisi lain, beberapa pejabat perempuan turut mendapat ruang strategis:
Rini Sinaga menjabat Camat Simangumban, Rotua Siregar sebagai Sekretaris Dinas PPKBPPPA, serta Meriana Nurcahaya Siburian di posisi Sekretaris Kesbangpol Taput.
Keterlibatan mereka menegaskan arah kebijakan Bupati JTP yang mengedepankan pengarusutamaan gender dan merit system.

Namun, tidak semua pergeseran bermakna promosi. Sejumlah pejabat mengalami reposisi ke jabatan fungsional, antara lain Damos Siahaan yang kembali menjadi guru dan Parlinggoman Simorangkir yang kini bertugas sebagai pengadministrasi di Dinas PUPR.
Hal ini mengindikasikan adanya penegasan disiplin dan evaluasi kinerja ASN yang dilakukan secara objektif.

Sumber internal di Setdakab menyebutkan, rotasi kali ini merupakan bagian dari “penataan lanjutan” pasca konsolidasi jabatan pasca pergantian Sekretaris Daerah definitif.
Langkah ini dinilai sebagai strategi politik birokrasi Bupati JTP untuk memastikan seluruh perangkat daerah bergerak seirama dengan visi besar Taput 2030.

> “Mutasi ini bukan soal siapa dekat atau jauh, tapi soal siapa siap bekerja dan memberi hasil,” ujar seorang pejabat senior yang enggan disebut namanya.

Dengan penyegaran 36 posisi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan arah birokrasi baru:
birokrasi yang tidak sekadar hadir, tapi berlari; bukan sekadar patuh, tapi produktif; bukan sekadar loyal, tapi berkinerja.

Mutasi besar ini menjadi pesan tegas:
“Setiap jabatan adalah amanah, dan setiap amanah akan diuji oleh kinerja.”

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *