September 25, 2026

Musrenbang RKPD 2027 Humbahas Resmi Dibuka, Fokus Sinkronisasi Pembangunan dan Pemulihan Pascabencana

IMG-20260326-WA0033

Kamis 26 Maret 2026, Humbang Hasundutan. Putrabhayangkara.id

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini digelar di Aula Hutamas, Perkantoran Tano Tubu, Kamis (26/03/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis.

Musrenbang ini menjadi forum krusial dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan, sekaligus sebagai wadah menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan aspirasi masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, di antaranya Ketua DPRD Humbang Hasundutan Parulian Simamora, Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho, perwakilan Kejaksaan, TNI, serta lembaga peradilan. Turut hadir pula Ketua KPU Meena Cybro, perwakilan Bawaslu, Kepala BPS, BPJS Kesehatan, organisasi masyarakat seperti PKK dan DWP, para kepala OPD, camat, tokoh adat dan agama, hingga unsur BUMN/BUMD.

Sinkronisasi Aspirasi dan Kebijakan

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

“Melalui Musrenbang kabupaten ini, kita berharap seluruh masukan dari peserta dapat menyempurnakan rancangan akhir RKPD Tahun 2027 agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Ia menekankan bahwa proses penyusunan RKPD tidak bersifat top-down semata, melainkan melalui mekanisme partisipatif yang berjenjang dan terstruktur.

Tantangan Pembangunan Masih Kompleks

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan yang cukup kompleks. Pertumbuhan ekonomi daerah dinilai belum mencapai target yang diharapkan, sementara tingkat kemiskinan masih berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu, beberapa indikator makro pembangunan lainnya juga belum menunjukkan hasil optimal. Kondisi ini diperparah dengan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu, yang hingga kini masih memerlukan perhatian serius dalam upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Tantangan ini harus kita jawab dengan kerja bersama, sinergi yang kuat, dan komitmen seluruh pihak,” tegasnya.

Harapan Dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi

Menghadapi kondisi tersebut, Bupati mengajak seluruh elemen, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kolaborasi dalam mencapai target pembangunan.

Ia juga secara khusus berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam bentuk program-program strategis yang tepat sasaran bagi Humbang Hasundutan.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Akhmad Fadli, atas perhatian yang telah diberikan selama ini.

2027: Fase Ekspansi Pembangunan Sumut

Sambutan tertulis Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan Akhmad Fadli menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan fase ekspansi pembangunan daerah. Tahap ini melanjutkan fase fondasi pada 2025 dan akselerasi pada 2026.

Pada fase ekspansi, pembangunan difokuskan pada penguatan serta perluasan capaian yang telah diraih, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Visi pembangunan daerah yang diusung adalah “Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara unggul, maju, dan berkelanjutan”. Untuk mewujudkan visi tersebut, pembangunan diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga peningkatan kualitas hidup, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan wilayah.

Fokus Prioritas Pembangunan 2027

Dalam arah kebijakan pembangunan tahun 2027, terdapat sejumlah fokus utama, antara lain:

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)

Penguatan konektivitas dan daya saing daerah

Pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal

Pembangunan yang inklusif dan tangguh terhadap bencana

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya pendekatan perencanaan berbasis hasil (outcome), penganggaran yang efektif, serta penguatan pengawasan dan kolaborasi lintas sektor.

Perencanaan Berbasis Target dan Pendanaan

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Humbang Hasundutan, Pahala Lumban Gaol, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan Musrenbang ini adalah untuk menetapkan sasaran, prioritas pembangunan, target kinerja, serta kebutuhan pendanaan dalam RKPD Tahun 2027.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat provinsi dan pusat, di antaranya Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, Dinas PUPR Provinsi Sumut, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Tradisi Mangulosi Perkuat Nilai Kearifan Lokal

Menariknya, sebelum sesi pemaparan narasumber, kegiatan diawali dengan prosesi adat berupa pemberian ulos (mangulosi) kepada perwakilan Gubernur Sumatera Utara sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih dari pemerintah dan masyarakat Humbang Hasundutan.

Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap proses pembangunan daerah.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara ID. ( Frish )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *