September 26, 2026

Malam Resepsi Kenegaraan Meriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia Di Kabupaten Tolikara

Karubaga, MPB – Suasana penuh kebersamaan dan khidmat mewarnai Malam Resepsi Kenegaraan Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025) malam. Acara yang digelar di Aula Makodim 1716/Tolikara ini menjadi puncak kebersamaan antara pemerintah daerah, TNI-Polri, DPRK, Paskibraka, serta masyarakat Tolikara.

Dengan mengusung tema: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dan sub tema: “Dengan Semangat HUT RI ke-80 Kita Tingkatkan Persatuan dan Kedaulatan Demi Terwujudnya Tolikara yang Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera,” acara berlangsung penuh semangat, keakraban, dan rasa syukur.

Acara resepsi dihadiri langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, Wakil Bupati Yotam Wonda, S.H., M.Si, Sekda Kab. Tolikara Dr. Yoshua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA, para asisten Setda, serta jajaran pimpinan OPD dan TP PKK Kabupaten Tolikara. Dari unsur TNI-Polri tampak hadir Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Justus Bernard Mara, S.Sos., M.IP, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H, serta para pejabat utama Kodim dan Polres Tolikara beserta jajaran Persit dan Bhayangkari.

Selain itu, hadir pula Ketua DPRK Tolikara Meinus Y. Wenda, S.IP, Ketua II DPRK Tolikara Messo Penggu, para anggota DPRK, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga para orang tua dari anggota Paskibraka. Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus mempertegas nilai kebersamaan dan persatuan yang menjadi roh dari peringatan kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos menyampaikan pesan mendalam tentang arti kemerdekaan. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan panjang para pahlawan bangsa.

“Kemerdekaan yang kita rayakan hari ini adalah hasil perjuangan panjang. Para pejuang rela mengorbankan nyawa demi cita-cita luhur untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Maka resepsi kenegaraan ini bukan sekadar jamuan, melainkan momen kebersamaan untuk mengenang jasa pahlawan dan memperkuat tekad kita melanjutkan perjuangan mereka,” ungkap Bupati Tolikara Willem Wandik,S.Sos

Bupati juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong adalah kunci bagi Tolikara menuju masa depan yang lebih baik.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju! Merdeka!” tegasnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh undangan.

Momen istimewa terjadi saat Bupati secara simbolis menyerahkan sertifikat dan uang saku sebesar Rp 6.000.000 kepada perwakilan anggota Paskibraka, yakni Mutiara S. M. Kogoya selaku pembawa baki dan Yendison Towolom sebagai pemegang bendera. Gestur penghargaan ini menjadi simbol apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara HUT RI ke-80.

Tak hanya itu, Paskibraka juga mempersembahkan pembacaan puisi yang penuh penghayatan, menambah nuansa haru dan kebanggaan dalam acara malam itu.

Acara dilanjutkan dengan doa bersama, foto kenangan, doa makan, serta ramah tamah yang diikuti penuh keakraban oleh seluruh tamu undangan. Suasana persaudaraan begitu terasa, memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan persatuan masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat Tolikara.

Hingga berakhir pada pukul 22.30 WIT, rangkaian kegiatan Malam Resepsi Kenegaraan berlangsung lancar, aman, dan penuh khidmat. Acara ini menjadi penutup indah dari seluruh rangkaian peringatan HUT RI ke-80 di Kabupaten Tolikara.

Ardi / Rian HUMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *