September 26, 2026

Lestarikan Tradisi, Warga Dusun Taji Sukorejo Guyup Rukun Lakukan Sedekah Bumi

IMG-20260605-WA0056

Bojonegoro, putrabhayangkara.id. Kehidupan warga masyarakat perdesaan yang identik dengan kentalnya budaya, kesukuan, dan adat istiadat yang sangat kuat dan melekat, layak untuk dipertahankan. Lestari budayaku, guyub rukun warga masyarakatku. Slogan inilah yang patut dikumandangkan oleh warga yang beragama dan berperadaban tinggi ditengah lajunya perkembangan jaman.

Tempat sakral selalu dirawat dan diuri uri untuk melestarikan budaya jawa, karena hal ini merupakan peninggalan budaya dari para leluhur yang patut dilestarikan agar tidak punah.

Seperti yang dilakukan oleh warga dusun Taji desa Sukorejo kecamatan Tambakrejo kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Semua warga dusun tersebut sayuk dan guyub rukun lakukan sedekah bumi atau bersih desa yang mana warga lebih gampang menyebutnya dengan nama manganan atau nyadran.

Pelaksanaan giat tersebut dipusatkan di makam keramat yaitu makam Mbah Pendek yang ada di wilayah dusun Taji desa Sukorejo kecamatan Tambakrejo kabupaten Bojonegoro. Jum’at ( 5 / 6 / 2026 ).

Dalam sambutanya, PJ kepala desa Sukorejo, Suparman menyampaikan, ” Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan tahunan sedekah bumi ini hingga pelaksanaannya sukses dan berjalan sesuai rencana ” , tuturnya.

” Kiranya kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita telah diberi rejeki yang melimpah. Semoga dengan adanya sedekah bumi pada hari ini Alloh memberikan keberkahan kepada kita semua dengan rejeki yang lebih melimpah lagi “, tambahnya.

” Dan kegiatan tahunan seperti ini, mohon untuk bisa dilestarikan agar tidak punah. Selain itu supaya kita selalu ingat dan mengerti bahwa makam keramat ini adalah makam para leluhur cikal bakal dan akal bakal atau yang buka kerawang dusun ini ” , lanjutnya jelas.

Masih kades Sukorejo , ” Kepada seluruh warga masyarakat, mohon dukungannya untuk mempertahankan adat atau budaya ini. Dan memeriahkan acara ini agar lebih semarak namun tetap kondusif “, tutupnya.

Dalam kesempatan ini, camat Tambakrejo kabupaten Bojonegoro juga menegaskan, ” Acara seperti ini patut untuk dipertahankan karena ini adalah sarana untuk menciptakan masyarakat yang damai, guyup dan rukun “. ujarnya.

” Budaya seperti ini mari kita uri uri biar sampai dan dimengerti oleh generasi yang akan datang. Dengan mewariskan budaya yang luhur ini, anak anak kita akan tahu asal muasal terjadinya kampung yang kita tempati dan kita cintai sampai akhir jaman nanti “, tutupnya jelas.

Acara yang terpusat dimakam keramat Mbah Pendek dilanjutkan dengan hiburan rakyat yaitu wayang Thengul yang akan berlangsung siang hingga malam hari.

Hadir dalam acara tersebut, camat Tambakrejo, kepala desa beserta perangkat desa Sukorejo, Kapolsek, Danramil, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkabtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga masyarakat dusun Taji desa Sukorejo kecamatan Tambakrejo kabupaten Bojonegoro.

Acara gelar tradisi sedekah bumi berjalan sesuai rencana, aman, nyaman, lancar, khidmat dan penuh semangat tanpa ada kendala apapun sampai purna. ( Iman bjn ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *