September 25, 2026

Kepala Suku Moora Serukan Persatuan Nasional: Pancasila Jadi Benteng Jaga Keamanan Bangsa

IMG-20260630-WA0025

Nabire, Putrabhayangkara.id – Komitmen memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas keamanan kembali digaungkan dari Papua Tengah. Kepala Suku Moora, Donatus Sembor, menggelar sosialisasi bertema “Memperkuat Kebangsaan, Persatuan dan Kesatuan dalam Mendukung Stabilitas Keamanan” di Nabire, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga lintas suku, dengan Bambang Sutikno sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Donatus menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi merupakan kewajiban seluruh masyarakat. Ia mengajak warga menjaga lingkungan serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman. Menjelang pertandingan Piala Dunia, ia juga mengimbau masyarakat tetap menjunjung tinggi sportivitas, mengawasi anak-anak, serta menghindari konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Moderator Bambang Sutikno mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong maupun isu yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah bersama kepala suku dan tokoh masyarakat. Ia menilai situasi keamanan yang kondusif akan berdampak langsung pada kelancaran aktivitas ekonomi, mulai dari nelayan, petani, hingga para pelaku usaha di Nabire.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah masukan terkait kondisi keamanan daerah. Warga berharap aparat terus memperkuat sosialisasi kamtibmas hingga tingkat kampung, kepala suku, kepala desa, dan RT, serta menambah pos keamanan di kawasan rawan. Mereka juga menilai penyalahgunaan minuman keras masih menjadi salah satu pemicu gangguan keamanan sehingga diperlukan peran aktif keluarga dalam membina karakter dan pendidikan agama bagi generasi muda.

Tokoh masyarakat Raubaba mengusulkan agar nilai-nilai Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) serta Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali diperkuat sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan moral, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Menutup kegiatan, Donatus Sembor mengapresiasi seluruh aspirasi masyarakat dan menegaskan bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, hingga pemuda, untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jaga anak-anak dan generasi muda dari ideologi yang bertentangan dengan dasar negara. Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati,” tegasnya.

MBP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *