September 25, 2026

Karutan Humbahas Ucok. P. Sinabang Humbahas Catat Sejarah Baru: Coffee Morning Bersama Wartawan Lokal

 

Humbang Hasundutan, Jumat 29 Agustus 2025

Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbang Hasundutan siang itu terlihat berbeda. Sekitar 35 wartawan lokal dari berbagai media memenuhi ruangan. Suasana cair, penuh canda, tetapi juga serius. Untuk pertama kalinya sejak Rutan ini berdiri, seorang Kepala Rutan mengundang insan pers dalam forum resmi bertajuk coffee morning.

Adalah Ucok P. Sinabang, Karutan baru Humbang Hasundutan, yang mencatat sejarah tersebut. Didampingi Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Herinal Simamora dan dua orang staf, Ucok menyambut hangat para jurnalis yang hadir. Acara dimulai pukul 12.15 WIB, Jumat (29/8/2025), dan berlangsung hingga pukul 13.20 WIB.

Jejak Karier Panjang

Ucok P. Sinabang bukan orang baru di dunia pemasyarakatan. Selama 12 tahun ia bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Siborong-borong dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Pengamanan Lapas (KPLP). Setelah itu, ia dipercaya memimpin pengamanan di Rutan Narkoba Kabupaten Simalungun. Dari sana, ia resmi dilantik sebagai Karutan Humbang Hasundutan pada Juni 2025, tepat dua bulan sebelum acara coffee morning ini digelar.

Dalam sambutannya, Ucok menegaskan bahwa dirinya tidak asing dengan Tapanuli Raya. “Wilayah ini sudah lama menjadi bagian dari perjalanan karier saya. Jadi bukan tempat yang asing bagi saya,” ujarnya di hadapan para wartawan.

Coffee Morning: Momen Perdana

Agenda coffee morning ini tidak hanya sekadar seremonial. Bagi para wartawan yang hadir, pertemuan ini memiliki makna khusus. Sebab, menurut pengamatan insan pers di Humbahas, baru kali ini Karutan Humbang Hasundutan membuka ruang kemitraan langsung dengan media.

Ucok menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran puluhan jurnalis. Ia berharap hubungan ini dapat menjadi awal dari komunikasi yang baik dan konstruktif. “Kemitraan ini harus menjadi jembatan informasi, bukan hanya bagi Rutan, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin tahu bagaimana pembinaan dan kehidupan warga binaan dijalankan,” katanya.

Sambutan KPR: Transparansi dan Sinergitas

Setelah Karutan memperkenalkan diri, giliran KPR Herinal Simamora yang menyampaikan sepatah kata. Ia menjelaskan alasan keterlambatan pelaksanaan coffee morning. “Selama dua bulan ini, banyak sekali kegiatan Karutan baru, baik di dalam maupun luar Rutan. Itulah sebabnya agenda coffee morning baru bisa dilaksanakan sekarang,” ucapnya.

Herinal menegaskan, kemitraan dengan wartawan adalah langkah strategis. Ia bahkan mengumumkan rencana pembentukan grup WhatsApp resmi antara pihak Rutan dan wartawan. Melalui wadah itu, diharapkan arus informasi bisa lebih cepat, transparan, dan dua arah. “Mari kita saling berkomunikasi, saling berbagi informasi, dan membangun hubungan yang lebih erat,” ujarnya.

Tanya Jawab Serius Tapi Cair

Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab. Para wartawan memanfaatkan momen tersebut untuk menanyakan berbagai hal, mulai dari isu keamanan warga binaan, program pembinaan kerohanian, hingga tantangan yang dihadapi Rutan.

Suasana diskusi berlangsung alot namun penuh keakraban. Sesekali percakapan diselingi rumor ringan yang mengundang tawa, membuat suasana aula tidak kaku. Hal ini menunjukkan adanya kedekatan emosional yang mulai terbangun antara Karutan dan insan pers.

Sejarah Baru Hubungan Rutan dan Media

Fakta menarik terungkap dari pengamatan wartawan lokal. Sejak awal berdirinya Rutan Humbang Hasundutan, para Karutan silih berganti memimpin. Namun, baru kali inilah seorang Karutan secara terbuka menjalin kemitraan dengan media lokal melalui forum resmi.

Langkah ini dipandang sebagai terobosan penting. Bagi media, hubungan baik dengan lembaga pemasyarakatan membuka peluang transparansi informasi. Sementara bagi pihak Rutan, sinergi dengan pers dapat membantu membangun citra positif, sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman publik.

Ujian Konsistensi

Meski demikian, ada catatan kritis. Kemitraan yang dibangun lewat coffee morning ini harus dibuktikan dengan konsistensi. Wartawan tidak ingin pertemuan ini hanya sekadar agenda seremonial yang berhenti pada janji-janji manis.

Rencana pembentukan grup WhatsApp akan menjadi ujian pertama. Jika komunikasi berjalan lancar, terbuka, dan saling menghargai, maka forum ini bisa menjadi tonggak baru dalam sejarah hubungan antara media dan lembaga pemasyarakatan di Humbang Hasundutan.

Harapan dan Penutup

Di penghujung acara, Ucok P. Sinabang kembali menekankan pentingnya kolaborasi. “Kami berharap kemitraan ini bukan hanya hari ini, tapi terus berjalan ke depan. Rutan Humbang Hasundutan butuh dukungan semua pihak, termasuk media, untuk bisa semakin baik dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembinaan,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan foto bersama seluruh peserta, menandai penutup yang penuh keakraban. Para wartawan meninggalkan aula dengan kesan positif, sekaligus rasa penasaran: apakah Karutan baru ini benar-benar akan membuka pintu transparansi dan menjadikan pers sebagai mitra sejati?

Coffee morning Karutan Humbang Hasundutan dengan wartawan lokal pada 29 Agustus 2025 bukan sekadar acara perkenalan. Ia menjadi sebuah momen sejarah, menandai babak baru keterbukaan informasi di lembaga pemasyarakatan.

Ucok P. Sinabang, dengan pengalaman panjangnya, memilih strategi yang tepat: merangkul pers sejak awal masa jabatannya. Jika langkah ini dilanjutkan dengan komunikasi intensif, maka hubungan Rutan dengan media dapat berkembang menjadi sinergi yang produktif.

Namun, jika berhenti di acara perdana ini saja, maka coffee morning hanya akan dikenang sebagai “janji manis di awal kepemimpinan.” Waktu yang akan menjawab.

Diterbitkan oleh Media Putra Bhayangkara
Oleh: Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *