September 25, 2026

Guyuran Hujan Tak Halangi Semangat Warga Saksikan Tradisi Larung Sesaji di Pantai Tambakrejo

BLITAR – Ribuan masyarakat tetap memadati kawasan Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, meski hujan mengguyur sejak pagi, Sabtu (28/6/2025). Kehadiran mereka untuk menyaksikan prosesi budaya Larung Sesaji, sebuah tradisi sakral yang rutin digelar setiap bulan Sura atau Muharam.


Tradisi turun-temurun ini telah melekat dalam kehidupan masyarakat pesisir Blitar. Dalam pelaksanaannya, tiga tumpeng besar dan satu kepala sapi dilarung ke tengah laut sebagai bentuk syukur atas rezeki dari hasil laut sekaligus permohonan keselamatan.
Kemeriahan dimulai dari kirab budaya yang membawa sesaji dari balai desa menuju bibir pantai. Rombongan kirab diiringi kesenian khas daerah seperti jaranan dan hadrah, yang tetap tampil semangat meski cuaca kurang mendukung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, menyebut Larung Sesaji sebagai aset budaya yang perlu dilestarikan. “Ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk rasa syukur dan penghormatan masyarakat terhadap alam. Nilai budayanya sangat tinggi,” ungkap Suhendro.
Masyarakat dari berbagai penjuru, bahkan dari luar Blitar, turut hadir menyaksikan prosesi. Mereka antusias mengikuti setiap rangkaian acara hingga sesaji benar-benar dilepas ke laut.
Salah satu warga asal Kota Blitar, Hidayat, mengaku terharu dengan prosesi Larung Sesaji. “Saya datang meski hujan karena ingin menyaksikan langsung. Suasananya khidmat dan penuh makna,” katanya.
Tak hanya sebagai tradisi spiritual, Larung Sesaji juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran pengunjung mendorong geliat UMKM di sekitar pantai, menjadikan acara ini sebagai momentum budaya sekaligus potensi wisata tahunan yang penting bagi masyarakat Blitar bagian selatan. (Wandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *