September 27, 2026

Gerbang Sadu Wadio Cetak Perubahan bagi Generasi Papua

IMG-20260513-WA0024

 

Nabire, 13 Mei 2026, Putranhayangkara.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG Gerbang Sadu Wadio di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dinilai membawa perubahan besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda asli Papua. Koordinator Wilayah (Korwil) MBG, Marsel Asyerem, mengatakan program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan mengubah kehidupan banyak pemuda yang sebelumnya hidup di jalanan.

Marsel mengungkapkan, enam anak muda Papua yang sebelumnya sering berada di pinggir jalan kini telah bekerja di dapur MBG. Menurutnya, perubahan tersebut menjadi langkah besar dalam membangun karakter generasi muda Papua agar memiliki masa depan yang lebih baik. Program MBG disebut berhasil menarik mereka dari kehidupan jalanan menuju lingkungan kerja yang lebih positif dan produktif.

“Dulu mereka mabuk di jalan dan palang jalan, sekarang mereka bekerja memastikan kendaraan logistik tiba tepat waktu di dapur dan sekolah. Itu perubahan karakter yang luar biasa,” ujar Marsel.

Ia mengaku terharu mendengar kisah para pekerja muda tersebut. Jika sebelumnya mereka dikenal sebagai penghambat kendaraan logistik di jalan, kini mereka justru menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi makanan bergizi bagi para pelajar. Menurutnya, kehadiran MBG telah menjawab keresahan anak-anak muda Papua yang selama ini merasa tidak memiliki tempat untuk bekerja dan berkembang.

Selain berdampak bagi generasi muda, program MBG juga memberikan manfaat ekonomi bagi mama-mama Papua. Sebelumnya mereka hanya mengandalkan hasil kebun dengan penghasilan yang tidak menentu. Kini mereka memiliki tambahan pendapatan yang digunakan untuk kebutuhan keluarga, seperti uang jajan anak, persembahan gereja, hingga membeli pakaian dan sepatu.

Marsel menilai masyarakat Papua sebenarnya memiliki semangat kerja yang tinggi, namun selama ini minim kesempatan. Di dapur MBG, kata dia, syarat utama untuk bekerja bukan latar belakang pendidikan atau pengalaman, melainkan niat dan kesediaan mengikuti aturan kerja serta pelatihan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa program tersebut juga mengutamakan perekrutan Orang Asli Papua (OAP) sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal.

Melalui program MBG, para pekerja disebut dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta dalam kurun kerja 24 hingga 26 hari. Karena itu, Marsel berharap dapur-dapur MBG di daerah lain dapat meniru pola pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan di SPPG Gerbang Sadu Wadio demi menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang lebih luas di Papua.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *