Dugaan Kelalaian K3 dalam Revitalisasi SDN Cepoko 4 Kecamatan Ngrambe: Pekerja Tidak Menggunakan Helm Keselamatan
Ngawi media putra bhayangkara – Proyek revitalisasi gedung sekolah di SDN Cepoko 4, Kecamatan Ngrambe, saat ini tengah disorot karena adanya dugaan kelalaian dalam penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Proyek yang menelan anggaran cukup besar, senilai Rp 677.276.000, kedapatan tidak memberikan perlengkapan K3 yang lengkap bagi para pekerjanya, terutama helm keselamatan.8/9/2026
Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan, terlihat sejumlah pekerja bangunan sedang melakukan pekerjaan di ketinggian, di atas dinding bangunan yang tengah diperbaiki. Namun, pengamatan tersebut menunjukkan bahwa para pekerja hanya mengenakan rompi keselamatan (saftey vest) berwarna oranye dan beberapa diantaranya hanya memakai penutup kepala berupa topi biasa atau kain, tanpa menggunakan helm keselamatan yang seharusnya menjadi standar utama untuk perlindungan kepala.
Keadaan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan para pekerja. Mengingat jenis pekerjaan yang melibatkan risiko tertimpa material bangunan dari atas atau jatuh dari ketinggian, helm keselamatan (safety helmet) adalah perangkat pelindung diri yang wajib dikenakan untuk mencegah terjadinya cedera serius. Kelalaian dalam menyediakan dan memastikan penggunaan perlengkapan K3 yang lengkap, seperti helm, dapat berujung pada kecelakaan kerja fatal.
Hal ini menjadi sorotan tajam mengingat proyek ini dibiayai oleh anggaran negara, di mana kepatuhan terhadap regulasi, termasuk standar K3, seharusnya menjadi prioritas utama bagi pihak kontraktor dan pengawas proyek. Kelalaian ini tidak hanya membahayakan jiwa pekerja, namun juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pihak-pihak terkait.
Konfirmasi dari Pihak Sekolah Belum Berhasil Dihubungi
Upaya konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan kelalaian K3 ini telah dilakukan kepada pihak SDN Cepoko 4. Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pihak sekolah belum dapat dihubungi melalui kontak resmi untuk memberikan tanggapan terkait kondisi di lokasi proyek revitalisasi.
Masalah keselamatan kerja, terutama dalam proyek-proyek infrastruktur yang melibatkan risiko tinggi, perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan melindungi para pekerja. Kasus di SDN Cepoko 4 ini menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap penerapan K3 dalam setiap proyek konstruksi, terutama yang didanai oleh anggaran publik.
