September 10, 2026

Dandim 1702/Jayawijaya Benarkan Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak OTK di Muliama

IMG-20260909-WA0049

JAYAWIJAYA, Putrabhayangkara.id — Tiga orang petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia setelah ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat melaksanakan distribusi bantuan pangan (Bapang) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Peristiwa penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 15.47 WIT. Ketiga korban merupakan bagian dari rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tengah melakukan perjalanan untuk mendistribusikan Bapang ke wilayah Distrik Muliama.

Dari delapan orang yang berada dalam rombongan tersebut, lima orang lainnya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dan mengamankan diri di Puskesmas Muliama. Sementara tiga korban meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden tersebut.

Informasi mengenai kejadian ini dibenarkan oleh Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang melalui wawancara telepon dengan media.

Ketiga korban yang meninggal dunia masing-masing adalah Aprida Rapi, S.Pt., ASN yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian rusuk kiri depan.

Korban kedua yakni drh. Alfonsius Albinus Mehan, seorang dokter hewan pada instansi pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Ia mengalami luka tembak pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia.

Korban ketiga adalah Willi Mbuik, CPNS Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian rusuk kanan depan dan dinyatakan meninggal dunia.

Ketiga korban saat ini menjadi bagian dari penanganan aparat terkait. Sementara lima anggota rombongan yang selamat masih berada di Puskesmas Muliama untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.

Aparat keamanan masih melakukan penanganan terhadap situasi pascakejadian serta mengumpulkan informasi terkait pelaku dan kronologi lengkap penembakan. Perkembangan lebih lanjut mengenai insiden tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *