Cabor Bridge Padang Pariaman Berhasil 2 Medali Emas Dan 1 Perunggu Pada Poprov Sumatera Barat 2026
Padang , putra bhayangkara.id.
Kontingen Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, telah menorehkan prestasi yang sangat membanggakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Cabang olahraga (cabor) bridge, Kabupaten Padang Pariaman, secara gemilang berhasil membawa pulang 2 medali emas dan 1 medali perunggu dalam pertandingan yang berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan Youth Center, (10/10/2026).
Acara penutupan kompetisi itu menandai berakhirnya persaingan para atlet bridge dari kabupaten dan kota se Sumatera Barat.
Ditempat kegiatan, Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sumatera Barat, Daswanto, SE, menyampaikan apresiasi kepada panitia Porprov, manajer, pelatih, ofisial, serta seluruh kontingen yang telah berpartisipasi. Ia menilai pelaksanaan pertandingan berjalan sukses dan lancar.
Daswanto, menjelaskan lagi, sebanyak 11 kabupaten dan kota mengikuti kompetisi bridge pada Porprov kali ini. Ia berharap atlet-atlet yang berprestasi mendapatkan pembinaan berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Pembinaan Berjenjang Jadi Kunci Prestasi
Ketua Cabor Bridge Padang Pariaman, Fafdal Andrianos, ST., M.PSDA, mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih atletnya tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang.
Di jelaskannya lagi bahwa atlet-atlet tersebut berasal dari klub SMA Lubuk Alung, termasuk tim U-22 yang diperkuat mahasiswa Universitas Andalas yang juga merupakan alumni SMA Lubuk Alung.
Fafdal berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan nyata terhadap pembinaan atlet muda, terutama melalui penyediaan tempat latihan dan penyelenggaraan turnamen secara rutin.
Menurutnya, kompetisi yang berkelanjutan sangat dibutuhkan agar atlet memiliki kesempatan mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan meningkatkan prestasi.
“Harapan kita, pembinaan ini terus berlanjut dan tersedia tempat latihan bagi atlet-atlet muda. Kita juga berharap Pemprov Sumbar menggelar turnamen agar ada wadah bagi atlet untuk bertanding, sehingga pembinaan tidak terhenti setelah Porprov,” ungkap Fafdal.
Persaingan Medali Berlangsung Ketat
Pada pertandingan hari terakhir, pasangan U-22 Padang Pariaman meraih medali emas dan perunggu, sedangkan Kota Padang memperoleh medali perak.
Di nomor pasangan putri, Kota Sawahlunto meraih emas dan perunggu, sementara Kota Solok memperoleh perak.
Untuk nomor pasangan campuran, Kota Solok meraih emas dan perunggu, sedangkan Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan perak.
Sementara itu, nomor pasangan putra dimenangkan Kabupaten Pesisir Selatan dengan medali emas, disusul Kabupaten Tanah Datar dengan perak dan Kabupaten Sijunjung dengan perunggu.
Berdasarkan rekapitulasi medali cabor bridge selama 5–9 Oktober 2026, Kota Solok mengoleksi 2 emas dan 2 perak. Kota Sawahlunto meraih 2 emas dan 1 perunggu, sama dengan Kabupaten Padang Pariaman yang mengumpulkan 2 emas dan 1 perunggu.
Kabupaten Sijunjung meraih 1 emas dan 1 perunggu. Kabupaten Pesisir Selatan mengoleksi 1 emas dan 3 perak, Kota Padang meraih 2 perak, Kabupaten Tanah Datar memperoleh 1 perak dan 1 perunggu, sedangkan Kabupaten Solok mengumpulkan 2 perunggu.
Prestasi Harus Diikuti Pembinaan Berkelanjutan
Keberhasilan Padang Pariaman meraih tiga medali dalam cabor bridge menjadi bukti potensi atlet muda daerah yang perlu terus dikembangkan.
Namun, prestasi di Porprov tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan medali. Dukungan fasilitas latihan, kompetisi rutin, serta pembinaan yang terarah menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi prestasi atlet.
Kedepan dengan pembinaan berkesinambungan serta dukungan pemerintah serta organisasi olahraga, atlet bridge Padang Pariaman diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan bersaing pada kejuaraan tingkat nasional, termasuk persiapan akan menuju PON 2028.,( leo).
