September 27, 2026

Bupati Taput Tekankan Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Hadapi Era AI

IMG-20260615-WA0010

TAPANULI UTARA – Senin 15 Juni 2026.

Putrabhayangkara.id

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan karakter dan integritas harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka Sosialisasi dan Pendampingan Program Prioritas Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar se-Kabupaten Tapanuli Utara yang berlangsung di SMA HKBP 2 Tarutung, Senin (15/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Satya Dharma Nababan serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Freddy Advent Panjaitan. Kegiatan diikuti 135 kepala sekolah SD negeri dan swasta se-Kabupaten Tapanuli Utara.

Di hadapan para kepala sekolah, Bupati JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pendidik dalam memajukan dunia pendidikan. Ia juga menegaskan bahwa penempatan kepala sekolah dilakukan berdasarkan kebutuhan daerah dan kompetensi, tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi.

Menurut Bupati, kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan tidak akan mampu menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun melalui pendidikan karakter.

“Meski zaman dan teknologi semakin canggih, hati, perasaan, dan karakter tidak bisa digantikan mesin. Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu membentuk karakter dan integritas,” tegas Bupati.

Ia mengajak para pendidik menjadikan sekolah sebagai tempat lahirnya generasi yang disiplin, tangguh, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki integritas yang kuat. Menurutnya, keberhasilan sejumlah sekolah berbasis Katolik dalam membangun budaya disiplin dan karakter dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya.

“Jadikan sekolah Bapak dan Ibu sebagai tempat mendidik petarung yang disiplin, gigih, dan penuh integritas,” ujarnya.

Selain itu, Bupati mendorong pelibatan siswa dalam program SAITAPAIAS sebagai bagian dari upaya penanganan sampah plastik dan pembentukan kepedulian lingkungan sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan matematika sebagai sarana membangun pola pikir dan logika anak. Untuk itu, Program TAPAMAJUMA (Taput Maretong, Manjaha, Martorsa) yang berfokus pada kemampuan berhitung, membaca, dan bercerita harus diterapkan secara optimal di tingkat sekolah dasar.

“Biasakan anak mendeskripsikan dan menceritakan kembali apa yang dipelajari. Kita harus menciptakan pembelajaran yang benar-benar dipahami anak secara mendalam,” katanya.

Bupati berharap seluruh program prioritas pendidikan dapat dijalankan secara konsisten di setiap sekolah guna melahirkan generasi muda Tapanuli Utara yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi global.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Freddy Advent Panjaitan, melaporkan bahwa sosialisasi tersebut membahas lima tema utama, yakni Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), pengembangan Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta pemanfaatan Paparan Interaktif Digital (PID) dan pemutakhiran sarana prasarana pendidikan.

Melalui program prioritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berupaya memperkuat kualitas pendidikan dasar sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara ID
Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *