Bupati Humbahas Terima Audiensi Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO, GRIB Jaya, dan PMI: Bahas Revalidasi Geosite hingga Permasalahan Sosial
Humbang Hasundutan, Selasa 18 Maret 2025
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH., MH., menerima audiensi dari Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Humbahas. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Bupati Humbahas dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun, Kepala Bappelitbangda Pahala Lumban Gaol, serta Kepala Badan Kesbangpol Fery Sitorus.
Pemkab Humbahas Diharapkan Dukung Revalidasi Geosite UNESCO
Dalam audiensi tersebut, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, menyoroti pentingnya peran Kabupaten Humbahas dalam persiapan revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada Juni atau Juli 2025. Ia menegaskan bahwa Dewan Pengarah dari Badan Pengelola ini mencakup Bupati Humbahas, sementara ketuanya adalah Gubernur Sumatera Utara.
Di Kabupaten Humbahas sendiri, terdapat dua Geosite utama yang akan dinilai dalam proses revalidasi, yaitu Geosite Sipinsur dan Geosite Bakkara. Oleh karena itu, pihaknya meminta dukungan dari Pemkab Humbahas untuk melakukan penataan kawasan tersebut.
“Tahapan persiapan revalidasi mencakup pembenahan gapura serta penataan panel-panel informasi untuk memudahkan pengunjung memahami kekayaan geologi, biologi, dan budaya yang ada. Ini sangat penting dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata di Kabupaten Humbahas,” jelas Azizul Kholis.
GRIB Jaya Soroti Maraknya Kafe yang Meresahkan
Selain membahas revalidasi UNESCO, Ketua GRIB Jaya Humbahas, Pahala Sihite, menyampaikan aspirasi terkait meningkatnya jumlah kafe yang mulai meresahkan masyarakat. Ia menekankan pentingnya langkah penertiban oleh Pemkab Humbahas untuk menghindari potensi dampak sosial yang tidak diinginkan.
“Kami berharap Pemkab Humbahas dapat mendata identitas pekerja kafe guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini juga bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa merugikan warga sekitar,” ujar Pahala Sihite.
PMI Humbahas Harapkan Fasilitas Kantor yang Memadai
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMI Kabupaten Humbahas, Hendrik Sitanggang, mengungkapkan tantangan yang dihadapi organisasi kemanusiaan tersebut. Saat ini, PMI Humbahas masih menggunakan rumah penduduk sebagai kantor sekretariat karena keterbatasan fasilitas.
“Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kami memohon dukungan dari Pemkab Humbahas agar dapat menyediakan kantor yang lebih layak serta fasilitas peralatan operasional yang lebih memadai,” harap Hendrik Sitanggang.
Bupati Humbahas Berkomitmen Menindaklanjuti Aspirasi Masyarakat
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut, Bupati Oloan P. Nababan menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk menindaklanjuti permasalahan yang dibahas. Ia menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi antar-pemangku kepentingan sangat penting dalam mewujudkan solusi terbaik bagi Kabupaten Humbahas.
“Saya mengapresiasi seluruh masukan yang telah disampaikan. Kami akan berupaya menindaklanjutinya, baik terkait revalidasi Geosite, penertiban kafe, maupun kebutuhan fasilitas PMI. Ke depan, saya berharap kita semua dapat bekerja sama dan saling mengingatkan untuk mencapai tujuan yang kita harapkan bersama,” ujar Bupati Oloan P. Nababan.
Dengan berbagai langkah yang diusulkan dalam pertemuan ini, diharapkan Kabupaten Humbahas semakin berkembang dalam sektor pariwisata, ketertiban sosial, serta pelayanan kemanusiaan.
Diterbitkan oleh Media Putra Bhayangkara
Frish H. Silaban
