September 25, 2026

Bupati Humbahas Gandeng Pemerhati Kopi, Bahas Strategi Dongkrak Produksi dan Kualitas

IMG-20260325-WA0040

 

 

Rabu 25 Maret 2026, Doloksanggul Putrabhayangkara.id

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menerima kunjungan sejumlah pemerhati kopi asal Kecamatan Lintongnihuta dalam rangka membahas strategi pengembangan komoditas kopi daerah, Rabu (25/3/2026), di ruang kerja Bupati, Bukit Inspirasi Doloksanggul.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Perekonomian dan Pembangunan Parman Lumban Gaol serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Mariani F. Sinaga. Sementara dari kalangan pemerhati kopi hadir Hendri Suhartono Sihombing, James Sihombing, Dideng H. Sihombing, dan Gokma Hutasoit.

Produksi Menurun, Bibit Jadi Sorotan Utama

Diskusi berlangsung intens dengan mengangkat sejumlah isu krusial, mulai dari penurunan produksi kopi dalam beberapa tahun terakhir hingga kebutuhan pembenahan sektor hulu, khususnya terkait kualitas bibit.

Salah satu pemerhati kopi, James Sihombing, mengungkapkan bahwa tren produksi kopi di Humbang Hasundutan mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab penurunan tersebut adalah penggunaan bibit yang kurang unggul, sehingga berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil panen.

“Dulu produksi kopi cukup tinggi, namun saat ini terjadi penurunan yang cukup jauh. Penggunaan bibit unggul menjadi langkah penting untuk mengembalikan produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas kopi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Pendekatan Terintegrasi Jadi Kunci

Menanggapi hal tersebut, Bupati Oloan Paniaran Nababan menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya petani.

Ia menekankan bahwa pengembangan kopi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan bibit unggul, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan akses pasar dan nilai tambah produk.

“Pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kualitas dan nilai jual yang lebih tinggi bagi petani,” tegasnya.

Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Bupati juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, petani, serta pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam mengembalikan kejayaan kopi Humbahas sebagai komoditas unggulan.

Masukan dari para pemerhati kopi, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengembangan sektor perkebunan ke depan.

Langkah ini dinilai penting mengingat kopi tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan potensi unggulan daerah yang dapat dikembangkan hingga ke pasar nasional maupun ekspor.

Arah Kebijakan ke Depan

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan strategi pengembangan kopi di Humbang Hasundutan, dengan fokus pada peningkatan produktivitas, kualitas, serta daya saing.

Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, kopi Humbahas berpeluang kembali menjadi komoditas andalan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Diterbitkan: Media Putra Bhayangkara ID. (Frish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *