September 27, 2026

Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara Gelar Pertemuan dengan Seluruh Kepala Puskesmas: Tekankan Reformasi Pelayanan Kesehatan hingga Etika ASN

Tarutung, Kamis 10 Juli 2025

Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menggelar pertemuan strategis bersama seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tapanuli Utara di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Tarutung, Kamis (10/07/2025).

Turut hadir dalam pertemuan ini Plt. Kepala Dinas Kesehatan Taput Lamseria Nababan, Direktur RSUD Tarutung Bobby Simanjuntak, serta 21 Kepala Puskesmas dari 15 kecamatan bersama dua orang staf pendamping dari masing-masing Puskesmas.

Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, namun menjadi bagian dari agenda besar evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan, serta pembenahan etika kerja dan kedisiplinan ASN di sektor layanan publik. Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati JTP Hutabarat dalam sambutannya.

> “Kami tidak hanya menilai dari laporan kinerja rutin, tapi juga dari keluhan dan masukan masyarakat. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas masih belum maksimal. Maka hari ini kita duduk bersama untuk berbenah dan menyamakan visi, agar setiap warga di Taput—tanpa terkecuali—dapat merasakan pelayanan kesehatan yang cepat, manusiawi, dan profesional,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara Puskesmas dan RSUD Tarutung dalam sistem rujukan pasien. Konektivitas layanan menjadi kunci percepatan penanganan, termasuk dalam kasus-kasus darurat. Dalam arahannya, Bupati turut menyoroti hal-hal mendasar namun berdampak besar: lingkungan kerja yang bersih dan tertib, pelayanan yang ramah, dan budaya kerja yang membangun kepercayaan publik.

> “Puskesmas harus jadi tempat yang nyaman dan menyenangkan, bukan tempat yang ditakuti. Tanam bunga hidup, cat ulang gedung, jaga toilet tetap bersih, lakukan olahraga dan gotong royong rutin. Pegawai harus hadir sesuai aturan, dan absensi sudah harus terintegrasi dengan BKPSDM. Yang paling penting, biasakan senyum, sapa, dan salam kepada setiap pengunjung,” tegas Bupati.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan menambahkan bahwa Kepala Puskesmas adalah figur strategis yang menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah daerah dan pelayanan langsung ke masyarakat.

> “Kami ingin para Kepala Puskesmas menjadi pemimpin yang aktif mengarahkan tim, menjaga tutur kata saat melayani pasien, dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Ingat, perilaku kita mencerminkan wajah pemerintah. Jangan sampai satu status atau sikap merusak kepercayaan yang sudah dibangun,” kata Wakil Bupati.

Sementara itu, Plt. Kadis Kesehatan Lamseria Nababan menyatakan komitmen Dinas Kesehatan dalam mendukung perbaikan layanan melalui pelatihan, pendampingan, serta monitoring berkala, termasuk peningkatan kompetensi teknis dan non-teknis bagi tenaga kesehatan.

Direktur RSUD Tarutung, Bobby Simanjuntak, dalam paparannya juga menegaskan bahwa pihaknya siap memperkuat koordinasi dan mempercepat proses rujukan antar-fasilitas kesehatan. Ini termasuk optimalisasi sistem elektronik dan manajemen antrean pasien.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi terbuka. Sejumlah Kepala Puskesmas menyampaikan tantangan di lapangan—mulai dari kekurangan SDM, keterbatasan sarana penunjang, hingga distribusi logistik kesehatan. Bupati dan Wabup menyambut baik masukan tersebut dan menyampaikan bahwa evaluasi berkala akan dilanjutkan dengan inspeksi mendadak serta penilaian kinerja berbasis indikator objektif dan masukan masyarakat.

Komitmen bersama disepakati di akhir pertemuan: Pelayanan kesehatan harus bermutu, merata, dan berkeadilan. Taput Sehat adalah tujuan bersama, dan Puskesmas adalah ujung tombaknya.

Editor: Redaksi MPB
Reporter: Frish H. Silaban
Liputan: Tarutung, Tapanuli Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *