Kepala Suku Mee Topo Minta Sopir Manado Dipulangkan Usai Laka Lantas Nabire
NABIRE, Putrabhayangkara.id – Kepala Suku Mee Topo, John Madai, menyampaikan sikap keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang berujung kericuhan di Nabire. Keluarga meminta sopir asal Manado yang terlibat dalam insiden tersebut dipulangkan ke kampung halamannya guna menghindari persoalan lanjutan, Sabtu (31/10/2026).
Permintaan tersebut disampaikan John Madai saat memberikan keterangan kepada awak media di Markas Komando (Mako) Polres Nabire, Sabtu sore. Ia menegaskan bahwa keluarga korban menginginkan sopir sekaligus pemilik kendaraan tersebut tidak lagi tinggal di wilayah Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah.
Menurut John Madai, pemulangan sopir ke Manado menjadi salah satu sikap keluarga korban dalam menyikapi peristiwa kecelakaan yang memicu kericuhan di tengah masyarakat.
Selain meminta pemulangan, keluarga korban juga menegaskan tidak menuntut pembayaran denda adat maupun ganti rugi materi dalam bentuk apa pun. Keluarga bahkan menolak segala bentuk bantuan dari pihak luar terkait insiden tersebut.
Sikap itu disampaikan sebagai bagian dari penyelesaian persoalan yang melibatkan kedua belah pihak. Keluarga korban berharap tidak ada lagi persoalan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nabire.
John Madai juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut tidak diarahkan pada tuntutan materi, melainkan pada kesepakatan yang dapat mengakhiri permasalahan dan mencegah konflik berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, kedua belah pihak telah sepakat bahwa persoalan kecelakaan lalu lintas tersebut dinyatakan selesai. Kesepakatan itu diharapkan menjadi akhir dari kericuhan serta menjaga situasi Nabire tetap aman dan kondusif.
MPB ABIRAYANTI
