Polres Tolikara Gelar Sidang BP4R, Perkuat Komitmen Membangun Keluarga Harmonis
Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan, MPB — Polres Tolikara menggelar Sidang Badan Pembantu Penasihat Perkawinan, Perceraian dan Rujuk (BP4R) bagi personel Polres Tolikara, Senin (19/10/2026), pukul 10.00 hingga 11.20 WIT, bertempat di Aula Mako Polres Tolikara, Jalan Perintis No. 03, Ampera, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Kegiatan dipimpin oleh Wakapolres Tolikara, AKP Budihardjo Kadir, serta dihadiri perangkat dan penasehat sidang, rohaniawan, pengurus Bhayangkari Cabang Tolikara, wali pernikahan, personel Polres Tolikara, serta para undangan. Sidang ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan personel Polri sekaligus memberikan pembekalan kepada pasangan calon suami istri dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bertanggung jawab.
Sidang BP4R kali ini diikuti oleh dua pasangan, yakni IPTU Charles M. Mansumber bersama Sdri. Ratna Fitria Ningsih, serta IPDA John Valentino Saroi, S.H., bersama Sdri. Yosefina Anamaria Sakliressy.
Dalam arahannya, Wakapolres Tolikara AKP Budihardjo Kadir menegaskan bahwa Sidang BP4R bukan sekadar tahapan administratif sebelum pernikahan, melainkan bagian penting dari pembinaan personel agar mampu membangun keluarga yang harmonis, saling memahami, dan bertanggung jawab.
“Melalui sidang ini, kami berharap setiap personel yang akan membangun rumah tangga benar-benar mempersiapkan diri, baik secara mental maupun tanggung jawab terhadap keluarga. Apabila terdapat permasalahan rumah tangga, hendaknya diselesaikan dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan mengutamakan musyawarah. Kami juga berharap calon Bhayangkari dapat bersama-sama menjaga nama baik keluarga serta mendukung pelaksanaan tugas suami sebagai anggota Polri,” ujar AKP Budihardjo Kadir.
Sementara itu, Sekretaris Sidang, KA SPKT Polres Tolikara IPDA Suwarni, S.E., menjelaskan bahwa sidang BP4R bertujuan memeriksa kelengkapan persyaratan pernikahan, memastikan kesiapan pasangan, serta mengidentifikasi kemungkinan hambatan sebelum pernikahan dilaksanakan secara agama dan dicatatkan secara resmi oleh negara.
Ia juga mengingatkan para pasangan agar memperhatikan ketentuan dan batas waktu pelaksanaan pernikahan setelah sidang BP4R, serta membangun hubungan yang dilandasi rasa hormat, penghargaan, dan pengertian satu sama lain.
“Pernikahan membutuhkan kesiapan dan komitmen bersama. Perbedaan usia, status, maupun latar belakang hendaknya tidak menjadi sumber pertentangan. Yang terpenting adalah saling menghormati, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan bijaksana agar rumah tangga dapat berjalan harmonis,” pesannya.
Dari aspek pembinaan dan kedisiplinan, Kasi Propam Polres Tolikara IPDA Yohanis Pattipeilohi mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus nama baik institusi Polri. Ia berpesan agar setiap persoalan keluarga tidak diumbar di media sosial, melainkan diselesaikan secara bijaksana melalui komunikasi dan mekanisme yang tepat.
“Setiap keluarga tentu memiliki dinamika dan tantangan. Karena itu, pasangan harus saling menerima, menghargai, dan menjaga kepercayaan. Apabila menghadapi kendala, silakan berkoordinasi dengan pihak yang berwenang agar dapat dicarikan penyelesaian sesuai aturan. Kami juga mengingatkan agar kelengkapan administrasi pernikahan segera diselesaikan sehingga pernikahan sah secara agama dan negara,” ungkapnya.
Pembekalan rohani disampaikan oleh Pdt. Mesak Puhiri, yang menekankan bahwa pernikahan dalam ajaran Kristen merupakan ikatan suci yang berlandaskan kasih, kesetiaan, dan komitmen seumur hidup. Ia mengajak kedua pasangan untuk senantiasa melibatkan Tuhan dalam kehidupan keluarga, saling menghormati, serta menjadikan rumah tangga sebagai tempat bertumbuh dalam kasih dan pengharapan.
“Pernikahan bukanlah ikatan untuk sementara, melainkan komitmen untuk berjalan bersama dalam suka maupun duka. Suami dan istri harus saling menopang, menjaga kesetiaan, dan membangun keluarga dengan kasih. Anak merupakan titipan Tuhan yang harus dijaga dan dibesarkan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, lengkapi pula seluruh dokumen pernikahan agar ikatan tersebut diakui secara agama maupun negara,” tutur Pdt. Mesak Puhiri.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Seksi Sosial Bhayangkari Cabang Tolikara, Ny. Saidah Kasrim, yang mewakili Ketua Bhayangkari Cabang Tolikara Ny. Erni Roberth Hitipeuw, memberikan pembekalan kepada kedua calon Bhayangkari mengenai peran dalam keluarga dan organisasi Bhayangkari.
Ia mengajak para calon Bhayangkari untuk menjaga etika, tutur kata, perilaku, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, para calon Bhayangkari diharapkan dapat memahami tugas suami, mengikuti kegiatan organisasi dengan penuh tanggung jawab, serta membangun hubungan yang baik dan saling menghormati dengan sesama anggota Bhayangkari.
“Menjadi bagian dari keluarga besar Bhayangkari berarti turut menjaga keharmonisan keluarga dan mendukung tugas suami. Kami berharap para calon Bhayangkari dapat mengikuti aturan organisasi dengan ikhlas, menjaga sopan santun, serta bijak dalam mengelola kebutuhan rumah tangga. Apabila ada persoalan, utamakan komunikasi dan koordinasi agar dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Ny. Saidah Kasrim.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan atribut Bhayangkari kepada kedua pasangan, penandatanganan berita acara Sidang BP4R secara simbolis oleh pasangan dan wali pernikahan, serta doa penutup yang dipimpin oleh Pdt. Mesak Puhiri. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.
Melalui pelaksanaan Sidang BP4R ini, Polres Tolikara berharap para personel dan pasangan masing-masing dapat mempersiapkan kehidupan pernikahan dengan matang, membangun keluarga yang harmonis, serta menjadikan nilai kesetiaan, tanggung jawab, dan saling menghormati sebagai landasan dalam kehidupan rumah tangga.
Keluarga yang harmonis diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas personel Polri secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Humas Polres Tolikara
Polisi Bersama Masyarakat
Penulis: Adiyat
Editor : Gunz
