November 5, 2026

Kapolda Papua Tengah Ajak Pelajar Nabire Jauhi Narkoba dan Bullying

IMG-20261019-WA0065

NABIRE, Putrabhayangkara.id — Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini turun langsung mengatur arus lalu lintas bersama Wakapolda Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas dan personel kepolisian di sekitar sekolah di Nabire, Senin (19/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan upacara bendera dan penyampaian pesan kepada pelajar agar menjauhi narkoba, perundungan, serta kenakalan remaja.

Pengaturan lalu lintas yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIT itu merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, terutama untuk membantu kelancaran arus kendaraan dan memberikan rasa aman bagi pelajar saat berangkat ke sekolah.

Usai kegiatan tersebut, Jermias bertindak sebagai pembina upacara di SMA Negeri 1 Nabire. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya pendidikan, kedisiplinan, pembentukan karakter, serta peran generasi muda dalam menentukan masa depan Papua Tengah.

Ia mengajak para siswa memanfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan tekun, menghormati guru dan orang tua, serta membangun perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Jermias, kehadiran Polri di lingkungan pendidikan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab.

Kapolda menyampaikan tiga pesan utama kepada para pelajar. Pertama, menjauhi narkoba karena dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, dan menimbulkan persoalan hukum.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak terlibat dalam tawuran, perkelahian, perundungan atau bullying, konsumsi minuman beralkohol, maupun tindakan lain yang melanggar hukum.

“Ukuran kehebatan seorang pelajar bukanlah seberapa besar orang lain merasa takut kepadanya, melainkan bagaimana ia menunjukkan sikap yang baik, meraih prestasi, dan menghormati sesama,” pesannya.

Pesan berikutnya berkaitan dengan penggunaan media sosial. Jermias meminta para siswa bijak memanfaatkan teknologi, tidak menyebarkan berita bohong, menghina orang lain, ataupun melakukan perundungan di dunia maya.

Ia turut mengapresiasi kepala sekolah dan para guru yang terus mengabdikan diri dalam mendidik generasi muda. Menurutnya, perlindungan anak membutuhkan kerja sama antara Polri, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung menjelaskan, kegiatan pengaturan lalu lintas merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kehadiran personel kepolisian di sekitar sekolah diharapkan dapat membantu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pelajar dan pengguna jalan pada jam masuk sekolah.

Ia menambahkan, kegiatan Kapolda di lingkungan pendidikan juga menjadi wujud dukungan Polri terhadap pembentukan karakter generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK).

“Melalui program POLIDIK, kami ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah. Pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *