November 5, 2026

Yoti Gire Apresiasi Festival Reggae Papua, Dorong Persatuan dan Ekonomi Kreatif

IMG-20261017-WA0024

NABIRE, Putrabhayangkara.id – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Tengah, Yoti Gire, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Reggae Papua yang dinilai mampu mempererat persatuan masyarakat Papua, melestarikan budaya daerah, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai media di Nabire, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Yoti, festival tersebut bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang pertemuan bagi para seniman dari berbagai wilayah Papua di tengah pembagian wilayah administrasi menjadi enam provinsi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada seniman untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat persaudaraan dan kebersamaan sebagai sesama orang Papua.

Ia menilai keberagaman Papua yang memiliki lebih dari 250 suku dengan bahasa dan kebudayaan masing-masing merupakan kekayaan yang harus terus dijaga. Karena itu, pengangkatan bahasa daerah dan unsur budaya Papua dalam Festival Reggae Papua menjadi langkah positif untuk mempertahankan identitas masyarakat Papua agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

Selain menjadi wadah pelestarian budaya, festival tersebut juga memberikan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan di bidang seni. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini dapat mendorong generasi muda lebih produktif sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan festival turut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan stan penjualan produk lokal. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan perputaran uang di Nabire, mulai dari sektor kuliner, penginapan, perhotelan, hingga usaha pendukung lainnya.

Yoti mencontohkan rombongan dari wilayah Wabu-Wabu Gunungan yang disebut melibatkan sekitar 14 tim dengan jumlah peserta lebih dari 146 orang. Jumlah tersebut belum termasuk peserta dari kabupaten lain. Berdasarkan perkiraannya, total pengunjung dari luar daerah yang menghadiri festival dapat mencapai lebih dari 200 orang, meskipun angka tersebut masih perlu dikonfirmasi.

Atas berbagai manfaat tersebut, BPD HIPMI Papua Tengah menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Festival Reggae Papua. Yoti juga mengapresiasi dukungan Gubernur Papua Tengah terhadap kegiatan tersebut dan berharap festival serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan dikembangkan di enam provinsi di Tanah Papua.

Ia berharap evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap penyelenggaraan tahun ini agar berbagai kekurangan dapat diperbaiki pada pelaksanaan berikutnya. Dengan demikian, Festival Reggae Papua tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga berkembang sebagai wadah pemersatu masyarakat, pelestarian budaya, pengembangan kreativitas generasi muda, dan penggerak ekonomi lokal di Tanah Papua.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *