DPRP Papua Tengah Perkuat Pemberdayaan OAP, Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi
NABIRE, Putrabhayangkara.id — DPRP Papua Tengah mendorong penguatan program pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi orang asli Papua (OAP). Program ini diharapkan mampu membuka peluang kerja, menumbuhkan wirausaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, Kamis (15/10/2026).
Wakil Ketua III DPRP Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya, S.KM., M.Kp., menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia lokal harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, generasi muda Papua perlu memperoleh akses terhadap keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha.
Ia mengapresiasi kebijakan desentralisasi pemerintah pusat yang memberikan ruang bagi Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sony mengatakan, masa depan generasi muda tidak semata-mata bergantung pada kesempatan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Peluang membangun kesejahteraan juga terbuka melalui kewirausahaan dan pengembangan usaha mandiri di berbagai sektor produktif.
“Putra-putri daerah tidak harus semuanya antre menjadi PNS atau ASN. Peluang untuk mencari rezeki dan membangun kesejahteraan itu sangat luas di berbagai sektor usaha mandiri. Melalui pelatihan vokasi ini, kami ingin melahirkan wirausahawan baru yang andal,” ujar Bekies.
Ia menambahkan, keberhasilan program pelatihan tidak cukup hanya dengan membekali peserta dengan keterampilan. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya dukungan lanjutan, mulai dari fasilitas usaha, akses permodalan hingga tempat untuk mengembangkan usaha.
“Dulu kendalanya adalah kurangnya fasilitas dan modal. Kini, setelah mereka dibekali keterampilan, pemerintah juga harus siap memfasilitasi modal dan tempat usaha. Kami di dewan sangat mendukung kebijakan ini agar anak-anak asli Papua bisa mandiri, maju, dan bersaing secara positif,” katanya.
Karena itu, Sony Kogoya menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan DPRP Papua Tengah, khususnya dalam penyusunan dukungan anggaran serta pelaksanaan program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pembangunan balai latihan kerja dan penguatan pendidikan vokasi dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, daya saing, serta kemampuan untuk menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Melalui upaya tersebut, DPRP Papua Tengah berharap program pemberdayaan dapat memberikan dampak nyata terhadap perluasan kesempatan kerja, penurunan angka pengangguran, dan pertumbuhan wirausaha lokal.
Penguatan keterampilan dan kewirausahaan bagi OAP diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat asli Papua dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah.
MPB ABIRAYANTI
